TribunKaltim/

Soal Transmart, MBS Ngotot Minta Pemkot Ubah RTRW Samarinda

Hal ini tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Samarinda yang telay disahkan 2014 lalu.

Soal Transmart, MBS Ngotot Minta Pemkot Ubah RTRW Samarinda
TRIBUN KALTIM / RAFAN DWINANTO
Direktur Operasional MBS, Rusnani (jilbab kuning) turut hadir dalam rapat koordinasi yang digelar Pemkot Samarinda 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Perusda Melati Bhakti Satya (MBS) memiliki alasan untuk tidak melanjutkan proses perizinan pembangunan Transmart ke Pemkot Samarinda.

Alasan ini dibeber Direktur Operasional Perusda MBS, Rusnani, kala rapat  koordinasi bersama Pemkot Samarinda, Kamis (7/12/2017).

Menurut Rusnani, sebagian kecil lahan yang jadi titik lokasi pembangunan Transmart, berstatus sebagai Taman Kota, alias Kawasan Lindung.

Hal ini tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Samarinda yang telay disahkan 2014 lalu.

Dengan status demikian, Rusnani menilai, MBS tak bisa melanjutkan proses perizinan.

“Ibaratnya, kita baru sampai anak tangga kedua, tapi sudah tak bisa melangkah lagi. Misalkan kami urus Amdal, izin lokasi dan sebagainya, pasti tidak terbit karena status kawasan lindung ini,” ungkap Rusnani, dalam rapat tersebut.

Rusnani berharap, Pemkot Samarinda meninjau kembali RTRW Samarinda. Dengan demikian, perusahaan milik Pemprov Kaltim tersebut bisa melanjutkan proses perizinan. 

Sebagai latar, dari total lahan eks Hotel Lamin Indah, di Jalan Bhayangkara Samarinda seluas 4,1 hektare (41.000 meter persegi), MBS hanya akan memanfaatkan lahan seluas 33.000 meter persegi.

Dari luas lahan tersebut, 6.000 meter persegi diantaranya berstatus sebagai Taman Kota.

Halaman
123
Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help