TribunKaltim/

Polemik Yerusalem

Yerusalem Makin Tegang, Mengapa Kota Ini Sangat Penting Bagi Umat Islam, Kristen dan Yahudi?

Jerusalem, dalam bahasa Ibrani disebut Yerushalayim, bahasa Arab disebut Al Quds. Jerusalem salah satu kota tertua di dunia.

Yerusalem Makin Tegang, Mengapa Kota Ini Sangat Penting Bagi Umat Islam, Kristen dan Yahudi?
(AFP PHOTO / AHMAD GHARABLI)
Petugas keamanan Israel berjaga di depan warga Palestina yang menjalani ibadah Shalat Jumat di luar pintu masuk menuju kawasan Kota Tua Yerusalem di depan Masjid Al-Aqsa, Jumat (21/7/2017). Israel melarang pria Palestina yang berusia di bawah 50 tahun untuk masuk ke kawasan Kota Tua dan menjalani Shalat Jumat, menyusul insiden penembakan dua polisi Israel. 

TRIBUNKALTIM.CO, YERUSALEM - Keputusan Presiden Donald Trump untuk mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang disambut kecaman dari berbagai penjuru menegaskan posisi kota tua itu yang sangat khusus bagi Israel dan Palestina, serta bagi tiga agama besar dunia.

BBC mencari tahu mengapa kota ini penting bagi umat Kristen, Islam, dan Yahudi, tiga agama yang sama-sama terkait dengan figur Abraham atau Ibrahim dalam kitab-kitab suci.

Jerusalem, nama itu bergema di hati umat Kristen, Yahudi, dan Islam sejak berabad-abad mengalami sengketa dengan sejarah milik bersama.

Jerusalem, dalam bahasa Ibrani disebut Yerushalayim, dan dalam bahasa Arab disebut Al Quds. Jerusalem merupakan salah satu kota tertua di dunia.

Pada masa lalu, kota ini pernah berulang kali direbut, ditaklukkan, dihancurkan, dan dibangun kembali oleh berbagai pihak, dan seakan setiap lapisan buminya mengungkapkan berbagai potongan sejarah masa lalu.

Pusat dan inti Jerusalem berada di bagian Kota Tua, suatu labirin gang-gang sempit dan arsitektur bersejarah yang menandai empat penjuru kota yang terdiri dari kawasan Kristen, Islam, Yahudi, dan Armenia.

Kota itu dikelilingi dinding batu berupa benteng tempat berdirinya sejumlah situs tersuci di dunia.

Setiap kawasan mewakili populasi tersendiri. Orang-orang Kristen memiliki dua kawasan karena orang-orang Armenia juga beragama Kristen. Kawasan Armenia ini, yang terkecil dari keempatnya, merupakan salah satu pusat Armenia tertua di dunia.

Hal ini sangat unik karena komunitas mereka telah mempertahankan budaya dan peradaban mereka sendiri di dalam Gereja dan Biara St James, yang mencakup sebagian besar kawasan mereka.

Gereja

Halaman
1234
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help