Jelajah Energi Pertamax Borneo

'Nasi Gandul' Pulihkan Energi Peserta setelah Menempuh Perjalanan 350 Km

Rombongan Jelajah Energi Pertamax Borneo yang diprakarsai PT Pertamina (Persero), Selasa (12/120 pagi mengawali perjalanan

'Nasi Gandul' Pulihkan Energi Peserta setelah Menempuh Perjalanan 350 Km
HO
Peserta rombongan berfoto bersama di gerbang pintu masuk perbatasan provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. 

TRIBUNKALTIM.CO - Rombongan Jelajah Energi Pertamax Borneo yang diprakarsai PT Pertamina (Persero), Selasa (12/120 pagi mengawali perjalanan lintas provinsi Pulau Kalimantan.

Kegiatan yang digagas Pertamina MOR VI Balikpapan ini digelar dalam rangka HUT ke-60 Pertamina. Selama perjalanan, tim jelajah juga akan berbagi informasi mengenai produk TIM Pertamina.

Pelepasan Tim Jelajah Energi Pertamax Borneo menggunakan enam mobil dari Toyota Auto 2000 dilakukan oleh GM Marketing Operation Region VI Made Adi Putra didampingi Kepala Cabang Auto 2000 MT Haryono Michael Won, Wakil Pemimpin Umum Tribun Kaltim Pitoyo serta jajaran manajemen anak perusahaan Pertamina, di Kantor Pertamina MOR VI Balikpapan, Selasa (12/12).

Baca: Jenderal Tito Resmikan Lapangan Baru PTIK untuk Kegiatan Bhayangkara FC, Tebak Kapasitasnya. . .

Peserta touring akan menempuh jarak 1.950 km perjalanan darat dari Balikpapan (Kalimantan Timur) menuju Kalsel, Kalteng, dan berakhir di Pontianak, Kalbar.

"Mengusung tema 'Inovasi Energi untuk Berkelanjutan', kami berharap terus memberikan motivasi kepada insan Pertamina dalam memberikan pelayanan energi kepada masyarakat. Masih banyak warga di pedalaman yang belum terjamah. Sesuai program pemerintah BBM 1 harga. Kami kini juga sudah menyalurkan progaram tersebut di pelosok Kalimantan," ujar Adi Putra dalam sambutan pelepasan tim Jelajah Energi Pertamax Borneo.

Tim Jelajah Energi Pertamax Borneo mengakhiri perjalanan hari pertama di Barabai, Kalimantan Selatan untuk beristirahat.

Setibanya di Penajam, rombongan yang menggunakan 6 unit mobil Toyota langsung menggeber gas menuju Simpang Kuaro, Kabupaten Paser. Sebelum menjangkau pemberhentian terakhir, tim menyempatkan waktu untuk istirahat, shalat dan makan siang, di sebuah kedai Nasi Gandul.

Baca: Jelajah 4 Provinsi, Pertamina Adakan Program Edukasi hingga Lakukan Kegiatan Sosial

Menu makan siang nasi gadul yang terdiri dari kuah daging sapi dan nasi putih khas Pati, Jawa Tengah, menjadi amunisi untuk mengembalikan energi para peserta.

Halaman
12
Penulis: Ayuk Fitri
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help