Home »

Opini

Ini Komentar Pengamat Tata Kota soal Wacana Pemindahan Ibukota RI ke Kaltim

KITA menyambut baik wacana ibukota negara juga masuk dalam radar di daerah Kaltim. Ada banyak keuntungan yang akan diperoleh masyarakat Kaltim

Ini Komentar Pengamat Tata Kota soal Wacana Pemindahan Ibukota RI ke Kaltim
TRIBUN KALTIM/CORNEL DIMAS SATRIO KUSBIANANTO
Wahyullah Bandung 

Oleh: Ir Wahyullah, Pengamat Tata Kota

TRIBUNKALTIM.CO - KITA menyambut baik wacana ibukota negara juga masuk dalam radar di daerah Kaltim. Ada banyak keuntungan yang akan diperoleh masyarakat Kaltim, terutama bagi masa depan masyarakat dan daerah Kaltim. Sisi infrastruktur dan iklim investasi.

Kaltim bisa dikatakan berpotensi menjadi tujuan utama pilihan ibukota Republik Indonesia. Pilihan Kaltim bisa disebabkan dukungan infrastruktur yang menunjang dibandingkan daerah Kalimantan lainnya. Daya dukung daerah sekitar yang baik juga jadi daya tarik untuk keberhasilan sebuah kota baru, jadi ibukota.

Kaltim sekarang saja sudah memiliki fasilitas Bandara Internasional SAMS Balikpapan, ditambah di Kota Samarinda juga bakal tersedia. Masyarakatnya sudah beragam, heterogen dan memiliki fasilitas pelabuhan berkelas baik serta lahan yang kosong pun masih luas, masih bisa dikembangkan.

Baca: Tim Korlantas Survei Sotek, Mudah-mudahan Sotek Terpilih Jadi Ibukota RI

Buat saya sebenarnya, ibukota tidak harus melirik ke daerah Balikpapan. Sebaiknya Balikpapan hanya sebagai penunjang saja, pelengkap dari daerah baru yang nanti ditetapkan sebagai ibukota. Balikpapan saya anggap sebagai The Heart of Borneo, menjadi kota etalase bagi daerah-daerah sekitarnya. Balikpapan sebaiknya tetap pertahankan sebagai kota jasa dan komersil.

Bisa saja memilih luar Kota Balikpapan. Sebaiknya pilihan tepat di daerah-daerah yang masih kosong, belum terlalu padat seperti Balikpapan atau Samarinda. Tujuannya supaya bisa membangun kota baru dengan perencanaan yang benar-benar dimulai dari nol. Targetnya mencapai pembentukan ibukota yang berkualitas, berkonsep baru dan bervisi ke depan.

Kalau tentu saja benar adanya, Kaltim di pilih pastinya akan memberi banyak pengaruh, seperti halnya dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Akan bertambah banyak muncul industri karena adanya peningkatan infrastruktur di titik pusat dan pinggiran ibukota. Jangka panjangnya, ekonomi akan terus bergerak.

Hal yang perlu diperhatikan wilayah ibukota itu nantinya harus memiliki konsep pembangunan yang berkelanjutan, tidak terhenti tanpa ada dinamisasi. Pembangunan yang berkelanjutan bisa mengarah ke smart city, kota yang canggih dengan tetap melekatkan ramah lingkungan.

Baca: Ditanya soal Perpindahan Ibukota Negara, Kapolri: Kaltim Berpotensi Gantikan Jakarta

Membuat sebuah kota baru apalagi sekelas ibukota memang tidak semudah yang dibayangkan, perencanaannya tidak butuh waktu 25 tahun bisa lebih. Namun harus bisa kota tersebut menjawab tantangan kota di masa mendatang, di era 100 tahun ke depan, yang dikatakan tantangan millenium, kota masa depan.

Buat pemda Kaltim harus mendukung, sambut baik keterpilihan menjadi ibukota. Kasih insentif kemudahan perizinan, sediakan lahan. Nanti kalau benar-benar dijadikan ibukota yang untung bukan saja pemda tetapi masyarakat Kaltim secara keseluruhan.

Baca: Jembatan Lempahung Terancam Ambruk, Petani Sulit Bawa Hasil Panen

Pembangunan infrastruktur yang lambat belum tergarap selama puluhan tahun pastinya nanti akan terpengaruh, dibangun bisa lebih cepat dengan catatan harus terencana secara baik. (*)

Penulis: Budi Susilo
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help