Kesehatan

Selfie Melulu, Jangan-jangan Kecanduan Nih! Yuk Buktikan dengan Tes Ini!

Apakah Anda terobsesi untuk melakukan selfie? Bila iya, ada kemungkinan Anda menderita ‘selfitis’.

Selfie Melulu, Jangan-jangan Kecanduan Nih! Yuk Buktikan dengan Tes Ini!
boredpanda
Model memeragakan dirinya selfie dengan menggunakan tongsis yang menopang laptop di atas gedung tinggi. 

TRIBUNKALTIM.CO -- Apakah Anda terobsesi untuk melakukan selfie?

Bila iya, ada kemungkinan Anda menderita ‘selfitis’—kondisi mental alami yang membuat seseorang selalu terdorong untuk melakukan swafoto dan membagikannya di media sosial.

Istilah "selfitis" sebenarnya sudah ada sejak tahun 2014 untuk menggambarkan obsesi terhadap selfie, walau belum secara resmi dimasukkan dalam daftar gangguan mental.

“Meskipun kisah tersebut ternyata hoaks, namun bukan berartif kondisi selfitis tidak ada,” kata Dr. Mark Griffiths, seorang profesor kecanduan perilaku di Nottingham Trent University yang melakukan studi ini.

Griffiths dan tim dari Thiagarajar School of Management meneliti istilah tersebut dan menemukan enam faktor pendorong.

Para ahli bahkan telah mengembangkan Skala Perilaku Selfitis (Selfitis Behavior Scale) untuk menilai seberapa buruk kadar selfitis seseorang.

Mereka yang menderita selfitis pada umumnya berusaha untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka, mencari perhatian, memperbaiki mood, membuat kenangan, menyesuaikan diri dengan kelompok sosial mereka dan menjadi kompetitif secara sosial.

Skala dari satu sampai 100, didasarkan pada focus group 200 orang dari India.

Mengapa dilakukan di negara ini, alasannya karena India memiliki jumlah pengguna Facebook serta angka kematian tertinggi karena mencoba selfie di lokasi berbahaya.

Saat ini telah dikembangkan Skala Perilaku Selfitis pertama di dunia untuk menilai kondisi tersebut.

Halaman
1234
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved