TribunKaltim/

Residivis Gendam Ditangkap di Balikpapan, Pelaku Pernah Dihukum 6 Tahun Penjara

Opsnal Satreskrim Polres Kukar menciduk seorang pelaku gendam yang beroperasi di Tenggarong.

Residivis Gendam Ditangkap di Balikpapan,  Pelaku Pernah Dihukum 6 Tahun Penjara
kompas.com
Hati-hati kejahatan gendam

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG -Setelah pada pertengahan Desember lalu, komplotan gendam di dalam angkot yang berpura-pura menawarkan emas berhasil diringkus Tim Jatanras Polda Kaltim.

Kali ini, gantian Opsnal Satreskrim Polres Kukar menciduk seorang pelaku gendam yang beroperasi di Tenggarong. Ini merupakan kali kedua pelaku gendam jaringan berbeda dibekuk Polres Kukar selama Desember.

Peristiwa ini bermula dari aduan seorang perempuan bernama Nurlela, penjaga toko di Pasar Mangkurawang Tenggarong, Senin (18/12) lalu. Perempuan 19 tahun itu mengadukan kedua rekannya Yulianti dan Normayanti rekannya penjaga toko yang tanpa sadar menyerahkan sejumlah barang berharga miliknya kepada seorang perempuan yang berpura-pura membeli di kiosnya.

Baca: Dua Terdakwa Pungli di TPK Palaran Divonis Bebas, Jaksa Pikir-pikir Ajukan Kasasi

Akibat digendam, ia kehilangan sejumlah barang, di antaranya handphone merek Samsung J2 Primer Gold, gelang emas motif CC, tas merek Cath Kidston, tas merek Cina Gold, tas silver corak buaya, tas tangan, SIM C dan 5 gaun wanita.

Baca: Kementerian Merubah Konsep Pengaman Jembatan

Mendapati laporan tersebut, tim Satreskrim Polres Kukar langsung melakukan penyelidikan di Tenggarong dan Samarinda. Termasuk melakukan identifikasi kendaran yang digunakan pelaku menjalankan aksinya.

Tak butuh waktu lama bagi polisi membekuk pelaku berinisial DW (35) warga jalan Cipto Mangkukusumo RT 07, Samarinda Seberang itu.

Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Anwar Haidar melalui Kasat Reskrim AKP Yuliansyah mengungkapkan, dua hari setelah kejadian, Rabu, (20/12) pukul 09.00, pelaku diamankan di Bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan. Dia bermaksud terbang ke Banjarmasin.

Usai diringkus, pelaku dan barang bukti langsung diboyong ke Mapolres Kukar untuk diperiksa lebih lanjut.

Baca: Seorang Ayah Tega Menggauli Anak Kandungnya, Aksi Bejat sudah Berlangsung 2 Tahun

"Saudari DW pernah menjalani proses hukum di Lapas Samarinda dan divonis 6 bulan penjara pada 2010 dalam kasus yang sama,"ungkap Yuliansyah.

Dalam menjalankan akal bulusnya merasuki alam bawah sadar para korbannya, DW beberapa waktu lalu melakukan dengan cara yang cukup sederhana. (*)

Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help