Destinasi

Erupsi Gunung Agung, Jumlah Wisman Anjlok, Ini 4 Cara Pemerintah untuk Pulihkan Pariwisata Bali

Pasca ditetapkannya status "awas" Gunung Agung Bali, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali terus menurun.

Erupsi Gunung Agung, Jumlah Wisman Anjlok, Ini 4 Cara Pemerintah untuk Pulihkan Pariwisata Bali
Instagram
Seorang turis asing sedang berpose yoga dengan latar belakang Gunung Agung yang sedang berstatus kritis 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Pasca ditetapkannya status "awas" Gunung Agung Bali, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali terus menurun.

Industri pariwisata Bali sempat lumpuh sementara.

Untuk memulihkan pariwisata Bali, sekaligus mencapai target- kunjungan wisman,

Kementerian Pariwisata dan beberapa asosiasi industri pariwisata melakukan empat langkah strategis.

Empat langkah tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Akhir Tahun, di Kementerian Pariwisata, Jakarta, Kamis (22/12/2017).

Baca: Lewat Vlognya, Jokowi Sebut Kondisi Bali Aman, Silakan Datang. . .

Baca: Kawasan Tanah Abang Berubah, Berikut Trayek Baru Angkutan Umum

Sejumlah wisatawan menyaksikan letusan Gunung Agung dari Pantai Jemeluk, Karangasem, Bali, Minggu (26/11/2017). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyatakan telah terjadi letusan freatik kedua pada pukul 17.20 Wita yang disusul dengan semburan asap dan abu vulkanis hingga ketinggian 3.000 meter.
Sejumlah wisatawan menyaksikan letusan Gunung Agung dari Pantai Jemeluk, Karangasem, Bali, Minggu (26/11/2017). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyatakan telah terjadi letusan freatik kedua pada pukul 17.20 Wita yang disusul dengan semburan asap dan abu vulkanis hingga ketinggian 3.000 meter. (ANTARA FOTO / NYOMAN BUDHIANA)

1. Cabut travel warning

Salah satu yang amat berdampak terhadap penurunan wisman ke Bali ialah adanya travel warning dari beberapa negara.

Menpar Indonesia, Arif Yahya mengatakan telah bertemu Konsulat Jendral RRC di Bali, untuk minta mencabut travel warning-nya terhadap Indonesia.

"Kalau mau mencabut travel warning kita juga harus melihat diri sendiri. Mau ga mau harus mencabut juga level awasnya di Bali. Nah sekarang sudah diluruskan kalau Bali status normal, kecuali di radius tertentu," terangnya.

Para penumpang turun dari kapal penyeberangan dari Bali di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Rabu (29/11/2017)
Para penumpang turun dari kapal penyeberangan dari Bali di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Rabu (29/11/2017)(KOMPAS.COM/Ira Rachmawati)

2. Anggaran Rp 100 miliar untuk promosikan Bali
Halaman
123
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved