TribunKaltim/

Tepat Pukul 00.00, 1 Januari 2018 1.800 Karyawan Total Berganti Seragam Pertamina

Alih tenaga kerja Blok Mahakam dari Total E&P Indonesie ke PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) per 1 Januari 2018 akan berjalan lancar.

Tepat Pukul 00.00, 1 Januari 2018 1.800 Karyawan Total Berganti Seragam Pertamina
tribunkaltim.co/arif fadillah
Menteri ESDM Ignasius Jonan memantau Control Room di SPS Blok Mahakam, Jumat (10/3/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Alih tenaga kerja Blok Mahakam dari Total E&P Indonesie ke PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) per 1 Januari 2018 seperti akan berjalan lancar. Tepat pada pukul 00.00 tanggal 1 Januari 2018 mendatang, pengelolaan Blok Mahakam beralih sepenuhnya kepada putra-putri Indonesia.

Kepala Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas (SKK Migas) Kalimantan dan Sulawesi Nasvar Nazar di Balikpapan kepada wartawan di Balikpapan, Kamis (21/12) lalu mengemukakan, seragam kerja lapangan, overall, Total Indonesie yang berwarna merah tua, secara resmi dilepas dan digantikan overall Pertamina dengan warna biru yang khas, dengan variasi kecil strip merah dan putih.

Menurut Nazar, pergantian seragam itu juga bukan hanya seremonial belaka, tapi hampir dalam arti sesungguhnya. Hampir seluruh karyawan Total Indonesie beralih menjadi karyawan Pertamina.

Baca: Blok Mahakam per Januari 2018 Dikelola Pertamina, Perusda tak Kunjung Terbentuk

Sebanyak 1.885 orang karyawan Total Indonesie atau 98 persen sudah setuju bergabung dengan PHM, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) untuk mengelola Blok Mahakam.

Mereka termasuk jajaran manajemen puncak seperi Vice President hingga General Manager sebanyak 8 orang, manajemen menengah seperti manajer 53 orang, dan staf sebanyak 1.824 orang. Dengan karyawan PHM yang berasal dari Pertamina sendiri, seluruhnya perusahaan ini berawak 1.919 orang.

Kepada Tribun, Kepala Disnakertrans Kaltim M Fathul Halim juga menjamin karyawan Total akan dipekerjakan kembali oleh Pertamina. "Mereka menjamin itu. Karena memang Pertamina sangat butuh tenaga SDM untuk mengelola Blok Mahakam," katanya.

Baca: Maju di Pilgub Kaltim, Isran-Hadi Siapkan Rp 80 Miliar untuk Beli Alat Peraga

Pembaharuan kontrak pengelolaan Blok Mahakam akan dilanjutkan oleh PT Pertamina awal 2018 mendatang. Adapun PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) selaku anak perusahaan bertugas membahas peralihan tenaga kerja dengan Total.

Fathul menambahkan pihaknya tidak berwenang mencampuri urusan kontrak tenaga kerja antara Total dengan Pertamina. Disnaker baru bertugas kalau mendapat keluhan.

Baca: Kulit Area Paha Bagian Dalam Gelap? Ini 5 Cara Ampuh Mencerahkannya

"Kami tidak tahu, itu internal mereka ada klausul apa seperti pengurangan gaji atau apapun itu. Kami tidak bisa mengintervensi kalau ranahnya seperti itu," katanya. (*)

Penulis: Anjas Pratama
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help