TribunKaltim/

Perbaiki Jalan Berlubang Trans Malinau-KTT tak Kunjung Selesai, Ternyata Ini Alasannya

Dana yang ada senilai Rp 49 miliar, menurut Satuan PJN tidak mencukupi biaya perbaikan dan pemeliharaan jalan.

Perbaiki Jalan Berlubang Trans Malinau-KTT tak Kunjung Selesai, Ternyata Ini Alasannya
Tribun Kaltim
Ilustrasi_Sejumlah siswa mengendari sepeda melintas di jalan Dipenogoro, Senin (29/2/2016). Kondisi jalan rusak berat selama 6 bulan terakhir. 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Soal perbaikan dan pemeliharaan jalan trans Kaltara Malinau-KTT, tapatnya di sepanjang Desa Sekatak Buji (KTT)-Sempayang dan Sesua (Malinau), Satuan Kerja Pengelola Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Kaltara memberikan pernyataan. Dana yang ada senilai Rp 49 miliar, menurutnya tidak mencukupi biaya perbaikan dan pemeliharan jalan.

Meskipun, sebelumnya nomenklatur kegiatan menyatakan dana tersebut diperuntukkan keperluan perbaikan dan perawatan sepanjang jalan itu, Kepala Satker Pengelolaa Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Kaltara Sulistya, mengungkapkan realisasi perbaikan dan pemeliharaan jalan tidak sampai ke Malinau dikarenakan dana tak cukup.

Baca: Diduga Langgar Kasus Pornografi, Polisi Tetapkan Anggota DPRD Balikpapan Jadi Tersangka

"Memang, dana untuk Sekatak Buji-Malinau. Tapi, realisasinya tidak sampai ke Malinau. Pekerjaan efektifnya selesai tahun ini. Lokasinya di dekat Gunung Seriang. Satu lokasi lagi di dekat Sekatak Buji. Sedangkan untuk sampai ke Malinau, belum bisa dilaksanakan," ujarnya.

Bukan hanya melakukan penambalan pada jalan berlubang saja, dana tersebut juga digunakan untuk berbagai kegiatan pada proyek yang didanai APBN 2017 dengan menyedot anggaran cukup besar. Sulistya mencontohkan, proyek penurunan badan jalan pada jalan yang disebutkannya tadi.

"Dana Rp 49 miliar itu, memang diperuntukan perbaikan dan pemeliharaan jalan sepanjang 103 kilometer ruas jalan dari Sekatak Buji-Malinau. Tapi, dalam kegiatan juga bukan hanya bicara pemeliharaan, tapi juga perbaikan. Seperti pemotongan bukit, atau perbaikan geometrik jalan yang dekat air terjun seriang," bebernya.

Baca: Waw. . . Sindikat Perampok Uang Nasabah Bank di Sulawesi Ditangkap di Kota Minyak

Mengingat kegiatan yang dilakukan membutuhkan dana cukup besar, Sulistya menyatakan, dana Rp 49 miliar tersebut tidak mampu membiayai penyelesaian kegiatan proyek yang dimaksudkan hingga selesai. Artinya, ada bagian jalan yang masuk dalam program perbaikan dan pemeliharaan tidak dapat disentuh oleh anggaran APBN tahun 2017 ini.

Bukan tidak mengetahui bahwa dana tersebut tidak mencukupi, Sulistya mengatakan, kondisi ini sudah diprediksi terlebih dahulu oleh Satker PJN Wilayah 1 Kaltara melalui PPK, bahwa akan ada ruas jalan yang tersisa dan tidak tersentuh oleh dana ini untuk perbaikan dan pemeliharaannya.

"Dengan dana yang ada, kita hanya bisa meng-kover 75 persennya saja. Artinya, dari total kerusakan jalan di ruas jalan sepanjang Sekatak Buji-Malinau sepanjang 103 kilometer masih menyisakan 25 persen kegiatan yang belum dituntaskan. Bukan berhenti sampai disini, kita akan mengerjakan kegiatan sisa dengan menggunakan anggaran perbaikan dan pemeliharaan 2018," tegasnya.

Baca: Hadiri Musrembang DKI Jakarta, Sri Mulyani Beri Masukan Ini untuk Pemerintahan Anies-Sandi

Seperti diberikatan sebelumnya, terhitung 31 Desember 2017 ini kegiatan perbaikan dan pemeliharaan jalan Trans Kaltara Sekatak Buji-Malinau diselesaikan.

Namun, sesuai pantauan Tribun di lapangan, kegiatan perbaikan dan pemeliharaan jalan di sepanjang Desa Sesua dan Sempayang Kecamatan Malinau Barat yang masuk dalam program tersebut belum juga diperbaiki. (*)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help