TribunKaltim/

Edisi Cetak Tribun Kaltim

Setelah Blok Mahakam Dikelola Pertamina, Kaltim Bisa Terima Belasan Triliun Rupiah

Blok Mahakam adalah penghasil migas terbesar di Indonesia saat ini, dengan melampaui produksi kontraktor kontrak kerja sama asing Chevron Pacific

Setelah Blok Mahakam Dikelola Pertamina, Kaltim Bisa Terima  Belasan Triliun Rupiah
Tribun Kaltim

TRIBUNKALTIM.CO - Meski hingga saat ini belum ada perusda Kukar yang terbentuk dalam pengelolaan Blok Mahakam, Asisten II Pemprov Kaltim Ichwansyah, menyebut hal itu bukanlah permasalahan.

Demikian dikemukakan Ichwansyah saat ditemui Tribun di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (28/12).

Sebagai informasi, imbas perpindahan pengelolaan Blok Mahakam dari Total E&P Indonesie ke Pertamina melalui Pertamina Hulu Mahakam (PHM), Provinsi Kaltim dan Kabupaten Kukar termasuk daerah penghasil mendapatkan jatah keuntungan berupa Participating Interest (PI) sebesar 10 persen. Jumlah PI 10 persen dari total yang akan diterima PHM yakni 51 persen (PHM 51 % dan TEPI 39 %).

Baca: Dua Pengendara Motor Jadi Korban Emak-emak, Netizen: Emak-emak Bikin Geram

Namun, untuk bisa dapatkan PI 10 persen tersebut, sejak jauh hari daerah diminta untuk membentuk perusahaan patungan antara kedua belah pihak, yakni perusda dari Pemprov dan perusda dari Kukar.

Perusda dari Kukar inilah yang sampai saat ini belum terbentuk. Imbasnya, untuk sementara waktu, Pemprov Kaltim akan menyiapkan perusda khusus sebagai pengganti sementara Perusda Kukar, yakni Perusda MBS (Melati Bhakti Satya).

Ke depan, MBS akan berafiliasi dengan MMP (Mandiri Migas Pratama), Perusda Pemprov yang khusus berkoordinasi dengan PHM terkait persoalan PI tersebut.

Baca: Dua Pengendara Motor Jadi Korban Emak-emak, Netizen: Emak-emak Bikin Geram

"Berkaitan dengan perusda, itu bukan mempermasalahkan dengan Kukar. Untuk bentuk perusda di Kukar kan butuh proses. Harus ada perda-nya. Jadi, saya tidak juga menyalahkan Kukar, karena prosesnya lama. Rencananya, untuk mengganti perusda dari Kukar, sesuai Permen 37/ 2016, kami menunjuk MBS. Jadi, MBS dengan MMP yang akan bermitra dengan PHM," jelas Ichwansyah yang juga menjabat Ketua Satgas Pengembangan Hulu Migas Kaltim

Diakui Ichwansyah, penunjukkan MBS sebagai afiliasi MMP dalam kemitraan dengan PHM tersebut, hanya berlangsung sementara. Ini dilakukan sampai Kukar, selesai dalm proses pembentukan perusda.

Halaman
123
Penulis: tribunkaltim
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help