2018, Pamkab Kutim Fokus Bayar Utang, Ini Penyebabnya

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur pun dililit utang pada pihak ketiga sekitar Rp 300 miliar. Akibat tidak disalurkannya transfer pusat

2018, Pamkab Kutim Fokus Bayar Utang, Ini Penyebabnya
istimewa
Bupati Ismunandar memimpin upacara Sumpah Pemuda ke 89 di Kutim 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Tahun 2017, meski telah berlalu dengan kondisi keuangan daerah yang sedikit morat marit. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur pun dililit utang pada pihak ketiga sekitar Rp 300 miliar. Akibat tidak disalurkannya transfer pusat ke daerah pada triwulan IV Rp 340 miliar dan dana kurang salur yang berjumlah Rp 148 miliar.

Para guru, tenaga kesehatan di pedalaman, RT dan para Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) hingga insentif PNS di lingkungan Pemkab Kutim ikut terkena imbasnya. Hingga penghujung 2017, transfer yang diharapkan tak kunjung masuk ke kas daerah.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Kutim Ismunandar bersama Wakil Bupati Kasmidi Bulang mengatakan untuk 2018 ini, Pemkab Kutim memfokuskan anggarannya untuk membayar utang pada pihak ketiga dan tunggakkan yang belum terbayarkan.

Baca: Soal Kontrak, Guru Honor tak Perlu Khawatir, Disdik Lagi Berhitung

"Dengan kondisi gonjang ganjing yang disebabkan ketidakpastian anggaran dari pemerintah pusat yaitu dana bagi hasil, khususnya kabupaten Kutai Timur, 2018 saya akan menyelesaikan dulu beban utang yang masih menggantung. Minimal itu (utang) dulu selesai," ungkap Ismunandar, Jumat (30/12).

Sedangkan pekerjaan atau kegiatan yang baru, Ismunandar menegaskan kepada pihak ketiga, silakan mengikuti proses lelang atau tender pekerjaan. Namun, harus siap bila terjadi turbulensi lagi 2018 ini. Artinya, para pengusaha harus siap kalau nanti, pembayaran pekerjaan terpaksa diutang lagi.

"Jadi dari awal akan kita sampaikan. Kita 2018, fokus untuk membayar utang. Tapi bukan berarti tidak ada kegiatan baru. Pembangunan tetap berjalan, tapi tentunya dipilah-pilah berdasarkan prioritas, kata Ismunandar.

"Bagi yang mau ikut lelang silakan. Tapi siap-siap kalau terjadi turbulensi, akan diutang lagi pembayarannya. Jangan nanti pas terjadi turbulensi seperti sekarang, kita terus dikejar. Kita sedia payung sebelum hujan," ujar Wabup Kasmidi Bulang menambahkan.

Baca: Mobil Dinas Ditarik, Ini Kata Ketua DPRD

Pembangunan yang akan tetap menjadi prioritas pada 2018, menurut Bupati Ismunandar ada pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur jalan, terutama di kecamatan dan desa, fasilitas kesehatan, pendidikan, air bersih dan listrik.

"Saya sudah turun ke desa-desa, wajah defisit sudah tidak ada. Karena yang penting lampu sudah menerangi rumah -rumah warga dan air bersih mudah didapat," bebernya.

Untuk program listrik komunal bagi desa terpencil, Bupati mengatakan tetap masuk dalam program prioritas. Tahun 2018 ini, listrik komunal dibangun di dua kecamatan terjauh, yakni Kecamatan Busang dan Kecamatan Sandaran. Sedangkan penyediaan air bersih yang sudah menjangkau 16 kecamatan, akan ditambah satu kecamatan lagi. Yakni, Kecamatan Sangkulirang.

Baca: Ananda Emira Moeis: Paslon yang Diusung PDI-P Masih Jadi Misteri

"Pihak Provinsi Kaltim, sudah berjanji akan memasang pipa untuk air bersih, tinggal kita nanti yang menyalurkan ke rumah -rumah warga," ungkap Ismunandar. (*)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help