Direktur Perusda AUJ Bontang Langsung Gandeng Tiga Investor

Pasca dikukuhkan sebagai Direktur Perusda AUJ pekan lalu, Imran langsung menggandeng tiga investor sebagai mitra bisnis Perusda nantinya.

Direktur Perusda AUJ Bontang Langsung Gandeng Tiga Investor
TRIBUN KALTIM / UDIN DOHANG
Seorang warga melintas di depan bangunan SPBN Tanjung Limau. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Direktur Utama Perusahaan Daerah Aneka Usaha dan Jasa (AUJ) Kota Bontang, M Zuchli Imran, bergerak cepat. Pasca dikukuhkan sebagai Direktur Perusda AUJ pekan lalu, Imran langsung menggandeng tiga investor sebagai mitra bisnis Perusda nantinya. 

"Alhamdulillah, walaupun kami baru dilantik, sudah 3 investor yang siap jadi mitra bisnis Perusda," ujar M Zuchli Imran, Selasa (2/1).

Dijelaskan, tiga investor yang tertarik jadi mitra dengan Perusda AUJ, berasal dari Jakarta, Bali dan satu investor Balikpapan. Dari 3 investor tersebut, dua diantaranya berminat menjalin kemitraan dengan PT Bontang Transport, salah satu unit usaha Perusda AUJ yang bergerak dibidang jasa pelayaran, serta pengelolaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Tanjung Limau.

Sementara satu investor asal Balikpapan berminat menjalin kerjasama pendirian usaha baru yang khusus bergerak di bidang pengapalan kargo pupuk hasil produksi PT Pupuk Kaltim (PKT). "Tahapannya baru pembicaraan awal, jadi detail rencananya belum bisa kami sampaikan kepada publik," katanya.

Menurut Imran, kerjasama dan dukungan dari pihak swasta mutlak diperlukan jika ingin menggerakkan kembali roda bisnis Perusda AUJ. Pasalnya, kondisi bisnis Perusda yang ia warisi sudah nyaris kolaps. Penghasilan dari sejumlah unit usaha bahkan tidak mampu menopang biaya operasional yang harus ditanggung. Sementara, pihak pemerintah baik eksekutif maupun dari legislatif sudah menutup peluang untuk memberikan suntikan modal kepada Perusda AUJ.

"Pilihan yang tersedia harus membuka kerjasama dengan investor yang bisa menghidupkan kembali usaha Perusda," tuturnya.

Disinggung soal perampingan struktur usaha Perusda, Imran mengaku masih mempelajari struktur masing-masing unit usaha. Melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap unit usaha Perusda yang telah eksis sekarang, dan menyusun rencana kerja perusahaan. "Saya pelajari dulu semuanya, termasuk keuangannya, kalau memang diperlukan kita lakukan penyegaran managemen agar lebih ramping dan efisien," pungkasnya.(*)

Penulis: Udin Dohang
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help