Pusat Kesehatan Masyarakat

Jalan Putus Pembangunan PKM Metut Terhambat

karena kondisi alam tidak mendukung upaya percepatan pembangunan di daerah tersebut membuat proyek pembangunan tertunda

Jalan Putus Pembangunan PKM Metut Terhambat
TRIBUN KALTIM / NIKO RURU
Empat unit ambulans yang gagal terkirim ke sejumlah Puskesmas di Krayan, Rabu (3/1/2018), terparkir di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan. 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU – Buruknya kondisi jalan di daerah perbatasan dan pedalaman Malinau membuat beberapa pembangunan di daerah tersebut mengalami gangguan. Pembangunan tidak selesai tepat waktu, merupakan salah satunya.

Seperti Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Desa Metut, Kecamatan Malinau Selatan Hulu (Masehu) yang hingga kini belum juga selesai dibangun.
Seharusnya, sesuai kontrak PKM Metut ini harus selesai pada akhir 2017 lalu. Namun, karena kondisi alam tidak mendukung upaya percepatan pembangunan di daerah tersebut membuat proyek pembangunan tertunda dan molor sampai Januari 2018 ini.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Malinau, dr John Felix Rundupadang saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, membenarkan soal keterlambatan penyelesaian pembangunan PKM Metut. “Januari minggu pertama, janji kontraktornya selesai dibangun,” ujarnya singkat.

Sebagai konsekwensi, kontraktor yang tidak dapat menyelesaikan pembangunan PKM Metut tepat waktu, pihaknya baru memberikan pembayaran sebesar 95 persen dari nilai kontrak. Sisanya, dibeberkan olehnya, akan dibayarkan setelah selesai proses pembangunan. “Kami baru bayar 95 persen,” ungkapnya.

Persoalan utama mengapa keterlambatan pembangunan PKM Metut Masehu ini, dibeberkan John, karena kontraktor tidak dapat mengangkut material bangunan ke lokasi pembangunan. Selain jalan salah satu kecamatan pedalaman ini rusak, jembatan satu-satunya untuk menuju lokasi pembangunan PKM sempat ambruk diterjang banjir akhir November lalu.

Seperti diberitakan tribunkaltim sebelumnya, beberapa hari sebelum Natal jembatan Metut telah diperbaiki oleh salah satu perusahaan kayu yag beroperasi di kecamatan tersebut. Setelah perbaikan tersebut dilakukan, barulah kontraktor dapat sedikit lancar mengangkut material.

“Beberapa kali jalan putus di sana,” ujar John lagi.

Camat Masehu, Juari Lakai mengungkapkan, persoalan putusnya jalan dan jembatan di Metut beberapa waktu lalu membuat masyarakat Masehu kesulitan. Terlebih, putusnya jalan dan jembatan itu saat memasuki perayaan Natal. Sehingga, masyarakat memperbaiki jembatan untuk sementara.

“Memang sulit sekali saat itu. Mana dekat Natal lagi. Masyarakat benar-benar kesulitan. Hampir satu bulan, Masehu terisolir. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk mengirimkan surat kepada salah satu perusahan kayu yang beraktifitas di kecamatan Masehu untuk memperbaiki jembatan putus itu. Akhirnya, dua hari sebelum Natal, jembatan sudah terhubung lagi,” paparnya.

Dengan tersambungnya lagi jembatan Metut ini, Juari mengharapkan, seluruh program pembangunan yang trtunda dapat segera diselesaikan. Sebab, tidak menutup kemungkinan jembatan sementara yang dibangun oleh perusahaan itu bisa bertahan lama.

“Kita harapkan bisa bertahan lama. Cuma, jembatan ini kan hanya jembatan sementara saja. Bukan jembatan permanen. Sampai sekarang, kita belum mendapatkan program pembangunan jembatan di Metut,” pungkasnya. (ink)

Penulis: tribunkaltim
Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help