Pasar Tradisional

Pembangunan Pasar Tradisional di Data Dian Diadendum

embangunan Pasar Tradisional Data Dian, dikatakan Emang, memerlukan perjuangan lebih. Pasalnya, kondisi jalan putus dan longsor

Pembangunan Pasar Tradisional di Data Dian Diadendum
Tribunkaltim/Purnomo Susanto
PASAR TRADISIONAL Respen Tubu yang telah selesai dibangun. Pasar ini merupakan salah satu dari dua pasar yang dibangun oleh pemerintah pusat tahun 2017. (Tribunkaltim/M Purnomo Susanto) 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU – Lagi-lagi persoalan infrastruktur jalan menjadi sebuah kendala dalam melancarkan pembangunan. Proyek pembangunan pasar tradisional di Desa Data Dian, Kecamatan Kayan Hilir terpaksa harus diadendum (Tambahan waktu) karena tidak dapat diselesaikan tepat waktu oleh kontraktor. Diperkirakan, Januari 2018 ini pembangunan akan selesai.

Pembangunan Pasar Tradisional Data Dian ini merupakan, pembangunan satu dari dua pasar tradisional di Malinau yang dibangun pemerintah pusat sebagai bagian dari program pembangunan dan revitalisasi 5.000 pasar di seluruh Indonesia program kerja Presiden Joko Widodo. Selain di Data dian, pasar tradisional juga dibangun di Desa Respen Tubu, Kecamatan Malinau Utara.

Seperti diwartakan sebelumnya, pembangunan Pasar Tradisional Respen Tubu telah selesai. Capaian bangunan fisiknya sudah 100 persen. Adapun nilai anggaran pembangunan pasar ini, senilai Rp 946,200 juta yang dibangun oleh CV Mandiri Permai. “Kalau Pasar Respen Tubu, sudah selesai dibangun,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Malinau, Emang Mering.

Sedangkan untuk pembangunan Pasar Tradisional Data Dian, dikatakan Emang, memerlukan perjuangan lebih. Pasalnya, kondisi jalan putus dan longsor di hampir seluruh daerah di Apo Kayan membuat sulitnya akses di daerah tersebut. Terutama, proses pengangkutan bahan baku bangunan.

“Kendala itulah yang paling mendasar dihadapi kontraktor,” pungkasnya. “Pasar Data Dian ada keterlambatan dalam penyelesaiannya karena permasalahan mobilisasi material karena saat ini kondisi jalan rusak parah,” lanjutnya.

Kondisi jalan Apo Kayan saat ini sangat memprihatinkan, masuknya material bangunan, biasanya berasal dari wilayah Kaltim yang masuk dari Kecamatan Sungai Boh. Bukan hanya di daerah Apo Kayan saja, jalur darat dari Long Bagun Kaltim menuju Sungai Boh pun saat rusak parah. Ditambah, jalur darat di Apo Kayan saat ini yang juga sedang putus.

“Kondisi Jalan Poros Perbatasan Apo Kayan yang saat ini rusak parah, dari Sungai Boh hingga Kayan Hulu dan Kayan Selatan. Kemudian Jalan Nawang ke Data Dian yang longsor sehingga akses transportasi terputus. Karena kondisi demikian, ada kebijakan khusus berupa adendum terhadap kontrak kerja proyek tersebut,” paparnya.

Tahun 2018 ini, kembali direncanakan ada tiga pasar akan dibangun kembali di Malinau. Dua pasar lainnya akan dibangun di daerah perbatasan dan pedalaman. Kepala Bidang Pasar Diseperindag Malinau, Ezra Stevanus mengungkapkan, usulan untuk pembangunan 3 pasar ini telah masuk dan menunggu persetujuan oleh pemerintah pusat.

“Apabila disetujui, 3 pasar itu akan segera berdiri. Adapun lokasi 3 pasar itu ada di 3 desa, yakni di Desa Long Ampung, Kecamatan Kayan Selatan, Desa Long Nawang Kecamatan Kayan Hulu dan Desa Kaliamok Kecamatan Malinau Utara. Dua desa ada di daerah perbatasan dan pedalaman. Satu desa ada di sekitaran pusat pemerintahan,” paparnya.

“Dua pasar yang akan dibangun itu bisa dikatakan berada di daerah perbatasan. Desa Long Nawang adalah desa perbatasan. Begitu pula dengan Desa Long Ampung. Kedua desa ini juga masuk dalam daerah Apo Kayan. Semoga saja, usulan kita disetujui dan pasar-pasar itu dapat segera dibangun,” lanjutnya.

Halaman
12
Penulis: tribunkaltim
Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help