Ada Program Sejuta Coklit di KPU Bontang, Bagaimana Bentuknya

Coklit sejuta pemilih ini merupakan program KPU RI digelar serentak di seluruh Indonesia.

Ada Program Sejuta Coklit di KPU Bontang, Bagaimana Bentuknya
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang mencanangkan program pencocokan dan penelitian (Coklit) sejuta data pemilih, pada 20 Januari 2018.

Coklit sejuta pemilih ini merupakan program KPU RI digelar serentak di seluruh Indonesia.

Divisi Perencanaan Program dan Data KPU Kota Bontang, Erwin mengatakan program sejuta Coklit nantinya akan melibatkan seluruh penyelenggara pemilu, mulai dari komisioner KPU, PPK, PPS, dan Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP)‎.  

Baca: 2 Kepala Daerah Diperiksa Jelang Pilkada, Kepolisian Beri Komentar Begini

"Nanti akan kita dalam beberapa tim. Target kami tiap tim, minimal melakukan Coklit di 5 rumah," ujar Erwin, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (5/1).

Dijelaskan ‎tujuan utama Coklit yakni untuk mengecek data pemilih sesuai tugas PPDP.  Data pemilih yang jadi acuan melakukan Coklit adalah Daftar Pemilih (DP) hasil sinkronisasi daftar pemilih tetap (DPT) pada Pemilu sebelumnya dan Data Penduduk Potensial Pemilih (DP4) dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bontang. 

"Teknisnya jika ditemukan data yang tidak sesuai, jadi bahan untuk pemutakhiran data pemilih," tuturnya.

Baca: 2 Pasangan Calon Sudah Konfirmasi Daftar Pilkada Tarakan

Erwin menambahkan jumlah DP4 dari Disdukcapil Bontang yang berpotensi ‎menjadi pemilih pada ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018, sebanyak 122.015 orang.

Data ini hanya naik tipis 369 pemilih dari DPT Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bontang, tahun 2015 lalu. 

Baca: Siap-siap, Tahun Ini Jumlah Honorer di Pemprov akan Dibatasi

"Selisih antara data pemilih pada saat Pilwali 2015 dengan DP4 dari Disdukcapil sangat tipis. Jadi kemungkinan tidak banyak berubah," ungkap Erwin. (don)

Penulis: Udin Dohang
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help