Ismunandar Janji Selesaikan Mogoknya Pelayanan Desa

Namun, tidak sepantasnya, pelayanan di desa dihentikan. Karena, itu sama saja merugikan masyarakat yang lebih banyak lagi.

Ismunandar Janji Selesaikan Mogoknya Pelayanan Desa
istimewa
Bupati Ismunandar memimpin upacara Sumpah Pemuda ke 89 di Kutim 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Masalah penutupan pelayanan yang mencuat di beberapa kantor desa di beberapa kecamatan di Kabupaten Kutai Timur, ditanggapi serius oleh jajaran Pemkab Kutai Timur.

Pihak kecamatan diminta aktif turun tangan ke desa yang melakukan penghentian pelayanan pada masyarakat.

Seperti diketahui, hingga penghujung tahun 2017 lalu, hampir seluruh desa menantikan pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) yang dijanjikan bakal tersalur pada tahun anggaran 2017, triwulan IV.

Namun, karena Dana Bagi Hasil (DBH) triwulan IV sebesar Rp 340 miliar, dari pemerintah pusat batal disalurkan ke daerah, maka ADD yang dijanjikan pun kandas. Hampir seluruh desa yang belum mendapatkan penyaluran ADD melakukan aksi protes. Satu di antaranya, dengan  menutup kantor atau menghentikan pelayanan hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Bupati Kutai Timur Ismunandar mengatakan apa yang dilakukan oleh para kepala desa, dapat dipahami. Karena sebagai kepanjangan tangan pemerintah di tingkat desa, mereka juga mendapat protes keras dari warga. Terutama warga yang melakukan program pembangunan di desa.

“Namun, tidak sepantasnya, pelayanan di desa dihentikan. Karena, itu sama saja merugikan masyarakat yang lebih banyak lagi. Kami sudah berkoordinasi dengan para Camat, untuk mengumpulkan para kepala desa agar diberi pengertian, sehingga dapat bertindak bijak dalam menghadapi permasalahan ini. Karena keterlambatan pencairan dana desa, bukan keinginan pemerintah daerah. Tapi karena kondisi keuangan yang tidak memungkinkan. Kita tidak mendapat penyaluran DBH sesuai yang sudah ditetapkan,” beber Ismunandar.

Orang nomor satu Kutim itu juga mengucapkan terima kasih pada Camat Batu Ampar dan seluruh Kades se Kecamatan Batu Ampar atas pengertiannya mengenai kondisi keuangan pemerintah.

“Insya Allah saya tidak tinggal diam. Dengan segala kemampuan saya upayakan agar persoalan ADD segera bisa teratasi. Mohon doa dan dukungannya,” ujar Ismunandar.

Pernyataan tersebut dilontarkan Bupati Ismunandar setelah mengetahui, tiga desa di Kutim menghentikan pelayanan karena ADD tidak kunjung cair. Yakni, Desa Batu Timbau di Kecamatan Batu Ampar, Desa Marga Mulya di Kecamatan Kombeng dan Desa Tepian Makmur di Kecamatan Rantau Pulung. (*)

Penulis: ytz
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved