Hampir 5 Juta Lahan Kritis di Kaltara Tak Dihijaukan, Dana Reboisasi Mengendap di Bank

Adapun perusahaan wajib melaksanakan rebosiasi dan rehabilitasi atas kerusakan yang ditimbulkan dari aktivitas usahanya di wilayah konsesi.

Hampir 5 Juta Lahan Kritis di Kaltara Tak Dihijaukan, Dana Reboisasi Mengendap di Bank
TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD ARFAN
Obed Daniel, Kepala Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan Dinas Kehutanan Kalimantan Utara 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Jumlah lahan kritis, baik potensial, kritis, hingga sangat kritis, di Kalimantan Utara hampir mencapai 5 juta hektare.

Lahan kritis tersebut perlu penanganan dengan reboisasi atau penghijauan.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan Dinas Kehutanan Kalimantan Utara, Obed Daniel, menjelaskan, luasan hutan kritis tersebut belum dibarengi dengan reboisasi atau rehabilitasi hutan dan lahan secara nyata di lapangan.

"Tergolong agak stagnan. Karena banyaknya aturan dan pelaku atau pejabat kehutanan yang tersandung kasus hukum karena reboisasi. Akhirnya banyak teman-teman di daerah takut menggerakkan dana reboisasi itu," kata Obed kepada Tribun, Senin (8/1/2018).

Dana reboisasi berasal dari Dana Bagi Hasil (DBH) yang setiap tahun digelontorkan Kementerian Keuangan.

Baca juga:

VIDEO - Resmi Mendaftar di KPU, Bagaimana Rencana Kampanye Isran Noor-Hadi Mulyadi?

Pakaian Sumbangan Dipindahkan dari Tenda Posko Bantuan Kebakaran, Ini Alasannya

Ahok Gugat Cerai Istri, Begini Suasana Kediaman Keluarganya di Perumahan Pantai Mutiara

Disebut Pesepakbola Tajir karena Harta Keluarga, Pemain Ini Punya Hewan Peliharaan yang Tak Biasa

Halaman
123
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help