Soal Kebiasaan Warga Konsumsi Air Hujan, Ini kata Dinas Kesehatan

Terputusnya pipa distribusi air bersih ini, membuat warga terpaksa kembali mengonsumsi air hujan.

Soal Kebiasaan Warga Konsumsi Air Hujan, Ini kata Dinas Kesehatan
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Terganggunya distribusi air bersih dari Instalasi Pengolahan Air bersih di Pulau Maratua, Kabupaten Berau memaksa masyarakat kembali memgonsumsi air hujan. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Geafry Necolsen

TRIBUNKALTIM.CO,  TANJUNG REDEB  - Terputusnya pipa distribusi air bersih ini, membuat warga terpaksa kembali mengonsumsi air hujan.

Menurut Willy Fernando, operator air bersih di Kampung Payungpayung, Pulau Maratua, gangguan distribusi air bersih ini sudah terjadi sejak bulan Desember 2017 lalu.

Menurut Willy, tidak lancarnya distribusi air bersih disebabkan oleh kebocoran pipa.

“Ada beberapa titik yang bocor, salah satunya di dekat puskesmas pembantu,” kata Willy saat dihubungi melalui telepo selulernya, Senin (8/1/2018) pukul 3.00 wita.

Saat hujan, warga menampung air sebanyak-banyaknya.

Baca: Warga Pulau Maratua Kembali Gunakan Air Hujan

Baca: Alokasi Dana Desa untuk Berau Bertambah Rp 10 Miliar

Air hujan itu biasa digunakan untuk air minum dan memasak.

Sedangkan untuk aktivitas lainnya, warga di pulau terluar itu mengandalkan air laut.

Halaman
123
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help