TribunKaltim/

DKK Samarinda Periksa Tetangga Ibu Hamil Yang Terjangkit Difteri, Ini Hasilnya

RSUD AW Syahranie kembali merilis bahwa 1 orang lagi, yakni seorang ibu hamil berusia 18 tahun juga terkonfirmasi positif difteri

DKK Samarinda Periksa Tetangga Ibu Hamil Yang Terjangkit Difteri, Ini Hasilnya
Tribun Kaltim/Doan Pardede
Perawat mengantarkan makanan untuk pasien suspect difteri yang dirawat di ruang isolasi yang ada di ruang anak RSUD AW Syahranie Kota Samarinda, Jumat (5/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Jumlah warga Kota Samarinda yang terkonfirmasi positif terjangkit wabah difteri (suspect) tercatat sebanyak dua orang, dan kini dirawat secara intensif di ruang isolasi yang ada di RSUD AW Syahranie, Kota Samarinda.

Awalnya, dari 4 warga yang dirawat karena diduga terjangkit wabah, hanya ada 1 orang, yakni anak berusia 2 tahun yang dinyatakan positif terjangkit difteri.

Belakangan, RSUD AW Syahranie kembali merilis bahwa 1 orang lagi, yakni seorang ibu hamil berusia 18 tahun juga terkonfirmasi positif difteri.

Baca: Orangtuanya Hendak Bercerai, Putra Ahok Posting Seperti Ini, Sedih Banget

Sama dengan kasus anak berusia 2 tahun, sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Samarinda bersama Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim mengambil sejumlah langkah untuk melokalisir penyebaran wabah.

Caranya dengan melakukan dilakukan Penyelidikan Epidemiologi untuk mengetahui penyebaran wabah, dan Outbreak Response Immunization (ORI) dengan pemberian antibiotik kepada orang-orang yang tinggal di sekitar suspect, khususnya yang pernah melakukan kontak fisik.

Baca: Ini baru Pengemis Tajir, Punya 3 Istri, Malam Hari Punya Bisnis dengan 20 Karyawan

Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Deasy Evriyanti, Selasa (9/1/2018) mengatakan bahwa jumlah warga yang diperiksa mencapai 30 orang. Dan hasilnya, seluruh sampel negatif.

"Terdapat 30 kontak dan semua hasil pemeriksaan negatif. Kesimpulannya, tidak ada penyebaran atau penularan," jelas Deasy.

Baca: Penuh Drama dan Kejutan, Akhirnya 4 Paslon Berebut KT 1

Dan untuk ibu hamil, juga sudah dilakukan untuk pemeriksaan dengan uji kultur di Jakarta. Jika memang dalam uji kultur ini juga positif, maka kasus di Kota Samarinda ini akan ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

"Diperkirakan 2 minggu hasilnya baru keluar," kata Deasy.

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help