TribunKaltim/

20 Desa di Kabupaten Kukar Bakal Dibangunkan Sarana Air Bersih

Penyediaan air bersih ini dianggarkan hampir Rp 4 miliar dengan rincian 16 desa akan dibiayai lewat APBN.

20 Desa di Kabupaten Kukar Bakal Dibangunkan Sarana Air Bersih
TRIBUN KALTIM/RAHMAD TAUFIK
Debit Losong. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Rahmad Taufik

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Tahun ini rencananya 20 desa di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akan dibangunkan sarana air bersih melalui program nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Penyediaan air bersih ini dianggarkan hampir Rp 4 miliar dengan rincian 16 desa akan dibiayai lewat APBN dan 4 desa lewat APBD Kukar.

"Jadi rata-rata per desa mendapatkan Rp 245 juta untuk pembangunan sarana air bersih. Kita buat IPA (Instalasi pengolahan Air) yang sederhana kapasitas 2 liter/detik," kata Debit Losong, Koordinator Program Pamsimas Kabupaten Kukar usai menjadi narasumber dalam Espose Dokumen Rencana Aksi Daerah Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (RAD-AMPL) Kabupaten Kukar 2017-2021 di Gedung Bappeda Kukar, Rabu (10/1/2018).

Tahun sebelumnya, melalui program Pamsimas, 14 desa di Kukar dibangunkan sarana air bersih, yakni 11 desa dibiayai APBN dan 3 desa lewat APBD Kukar.

Baca: Kecewa Makmur HAPK tak Ikut Pilgub, Ajakan Golput Beredar di Medsos?

Baca: Wali Kota Inginkan Organisasi Massa Tak Andalkan Dana Hibah Pemerintah

Nilai anggarannya mencapai sekitar Rp 3 miliar, yakni Rp 2,45 miliar dari APBN dan Rp 760 juta lewat APBD Kukar.

Debit mengemukakan, sumber air bakunya memanfaatkan mata air, sumur bor dan sungai.

Baca: Terus Benahi Sistem Digital, Bankaltimtara akan Ikutan Tutup Kantor dan Kurangi Karyawan?

Baca: Kelihatannya Mesra dan Romantis Tapi Kenapa Pasangan Serasi Itu Bisa Bercerai?

Baca: Ingin Bisnis Makanan Lewat Instagram? Yuk, Belajar Bikin Potret Makanan yang Keren. . .

Baca: Tutup Semua Akun Medsos dan Berhenti Akting, Inikah Pengorbanan Meghan Markle?

"Kalau air tambang belum kita pakai karena belum ada rekomendasinya, selain itu ini perlu ada uji kelayakan dulu dan itu butuh biaya," ujarnya. (*)

Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help