TribunKaltim/

Rawan Longsor

Jalan Bujangga Ditetapkan Daerah Rawan Bencana

Pemkab Berau baru bisa menangani Jalan Bujangga, jika mendapat izin khusus dari pemerintah pusat. Namun bukan berarti Pemkab Berau

Jalan Bujangga Ditetapkan Daerah Rawan Bencana
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
MENYAMBUNG LAGI - Jalan Bujangga akhirnya bisa dilintasi setelah sempat terputus selama dua tahun. Jalan yang sempat beberapa kali mengalami longsor dan memutus total akses masyarakat sejak tahun 2015 dan 2017 ini dibuka awal tahun 2018 kemarin. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Akses Jalan Bujangga kini telah dibuka, masyarakat tidak perlu lagi memutar ke jalur alternatif yang lebih jauh. Namun kini mulai muncul permasalahan baru.

Ruas Jalan Bujangga di depan kawasan PT Inhutani mulai menunjukan tanda-tanda penurunan badan jalan.

Tanda-tanda ini tidak berbeda jauh dengan gejala penurunan dua titik badan yang amblas pada tahun 2012 dan tahun 2015 lalu.

Seperti diketahui, Jalan Bujangga sudah tiga kali amblas dan longsor sehingga memutus total akses masyarakat dari Tanjung Redeb ke Teluk Bayur dan Gunung Tabur.

“Jalan ini sudah mulai terlihat ada penurunan, tidak tahu, apakah akan amblas lagi atau tidak. Mudah-mudahan tidak sampai amblas lagi,” kata Agus, warga Jalan Bujangga, Kecamatan Tanjung Redeb, Selasa (9/1/2018) pukul 9.30 wita tadi.

Ditemui terpisah, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Berau, Rahmad membenarkan, adanya pergerakan tanah di Jalan Bujangga.

Apalagi, menurut Rahmad, dari hasil kajian Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, sepanjang ruas Jalan Bujangga merupakan kawasan rawan bencana longsor.

Kawasan ini ditetapkan sebagai daerah rawan bencana lantaran berada di tepi sungai dengan arus yang kuat dan posisinya yang berada di tingkungan arus, sehingga tekanan air terus menggerus daratan yang jaraknya hanya beberapa meter dari pinggir sungai.

“Memang harus ada penanganan dan penyidikan kondisi tanah. Jalan di depan Inhutani itu menurut Profesor Indra Surya dari ITS, sampai kantor Kecamatan Tanjung Redeb, merupakan kawasan rawan bencana karena penumpukan arus sungai dan kondisi tanah yang labil,” ungkapnya.

Bahkan menurut Rahmad, tidak menutup kemungkinan Jalan Bujangga akan kembali melangalami longsoran ke empat."Tinggal menunggu waktu saja, Jalan Bujangga amblas lagi," katanya.

Halaman
12
Penulis: tribunkaltim
Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help