Bupati Minta Jangan Beri Banyak PR Untuk Pelajar

Jadi kepala sekolah jangan seolah-olah jadi raja, ini hanya pembagian tugas dan menjadi manejer di sekolah, supaya berjalan efektif

Bupati Minta Jangan Beri Banyak PR Untuk Pelajar
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO – Pemkab Berau kembali melakukan mutasi terhadap sejumlah guru dan kepala sekolah mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada hari Kamis (11/1/2018).

Pelantikan ini bertujuan untuk menyegarkan suasana belajar mengajar di setiap sekolah, sekaligus sebagai upaya pemerataan kualitas pendidikan. Dalam kesempatan ini ada 25 guru SD yang dimutasi, 29 guru SMP dan 5 guru TK.

Baca: Novanto Siap Beber Keterlibatan Orang Lebih Kuat Darinya di Kasus E-KTP, Tapi Ia Minta Syarat Ini

Dalam kesempatan ini, Bupati Berau, Muharram menegaskan, jabatan sebagai kepala sekolah hanyalah tugas tambahan, seorang kepala sekolah tetap berprofesi sebagai guru yang bertugas mendidik para pelajar sejak usia dini. Karena itu, dirinya dengan tegas meminta, agar kepala sekolah tidak arogan.

“Jadi kepala sekolah jangan seolah-olah jadi raja, ini hanya pembagian tugas dan menjadi manejer di sekolah, supaya berjalan efektif dan nyaman. Jangan meras lebih dari yang lain, jangan merasa berkuasa,” tegasnya.

Menurutnya, kenyamanan di sekolah merupakan faktor utama bagi guru dan pelajar bisa mengikuti proses belajar mengajar secara maksimal. Termasuk soal kenyamanan bagi peserta didik. Menurut Muharrram, tidak sedikit anak usia sekolah berhenti atau tidak mau masuk sekolah karena suasana yang kurang nyaman.

Baca: Jalani Pemeriksaan Selama 2 Jam, Dewi Perssik Bingung Saat Keluar Ruangan

“Buat lingkungan sekolah nyaman dan gurunya menyenangkan, banyak anak sekolah yang berhenti atau tidak mau sekolah karena takut dimarahi guru, setiap hari diomeli guru. Mulai sekarang harus diurbah, membangun suasana belajar-mengajar yang menyenangkan,” imbuhnya.

Salah satu cara memberikan rasa nyaman, kata Muharram yang juga pernah menjadi guru ini meminta, agar guru memberikan tugas sekolah yang sepantasnya.

Baca: Ditanya Awkarin Sejak Kapan Ingin Jadi Perempuan, Jawaban Millendaru Bikin Melongo

“Jangan beri banyak PR untuk pelajar. Yang terjadi malah memberikan tugas lebih banyak, dari materi yang diajarkan. Di negara maju, hampir tidak ada PR, karena PR ini menjadi alasan anak-anak tidak turun sekolah karena takut PRnya belum selesai. PR tidak bisa menyelesaikan karena gurunya hanya member materi sedikit, apalagi kalau diberi hukum sehingga menimbulkan suasana menakutkan,” jelasnya.

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help