Kelompok Bahan Makanan di Kaltim Mengalami Deflasi Sepanjang 2017

Inflasi 2017 Kaltim sekaligus menjadi inflasi terendah dalam kurun lima tahun terakhir. Rata-rata inflasi di Bumi Etam

Kelompok Bahan Makanan di Kaltim Mengalami Deflasi Sepanjang 2017
Kompas Tv
Ilustrasi beras 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Inflasi Kaltim sepanjang 2017 tercatat sebesar 3,15 persen. Capaian tersebut lebih rendah jika dibandingkan inflasi 2016 lalu yakni sebesar 3,39 persen.

Inflasi 2017 Kaltim sekaligus menjadi inflasi terendah dalam kurun lima tahun terakhir. Rata-rata inflasi di Bumi Etam, lima tahun terakhir mencapai 5,67 persen.

Baca: Ini Sosok Bimanesh, Dokter yang Turut Jadi Tersangka Karena Halangi Penyelidikan Setya Novanto

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim, mencatat, Inflasi Kaltim tahun 2017 juga berada dibawah angka inflasi nasional sebesar 3,61 persen.

Meski demikian, potensi inflasi di 2018 datang dari tekanan eksternal, yaitu kenaikan harga minyak dunia yang akan berdampak pada harga energi nasional. 

 “Terhadap risiko tersebut, Bank Indonesia terus mengamati berbagai indikator makroekonomi global, nasional dan regional serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi,” kata Kepala BI Kaltim, Muhammad Nur, Kamis (11/1/2018).

Baca: Ternyata Video Mesum Bocah dengan Tante Itu Direncanakan Beredar di Rusia, Segini Harga jualnya

Tahun ini, BI memperkirakan inflasi Kaltim diperkirakan tetap berada pada sasaran inflasi nasional tahun 2018, yaitu 3,5±1 persen.

 Nur menjelaskan, terjaganya inflasi Kaltim 2017 dipengaruhi oleh stabilnya pergerakan inflasi inti. Sejalan dengan konsistensi kebijakan BI dalam menjaga inflasi dari sisi demand, turunnya tekanan inflasi volatile food, serta terkendalinya dampak kenaikan inflasi administered prices..

Secara spasial, Balikpapan mengalami inflasi sebesar 2,45 persen (yoy) di 2017, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 4,13 persen (yoy). Sementara itu, inflasi di Samarinda tercatat lebih tinggi dibanding Balikpapan, sebesar 3,69 persen (yoy) atau mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 2,83 persen .

Halaman
12
Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help