TribunKaltim/

Bejat, Ayah Kandung Asal Kukar Tega Setubuhi Anaknya Sejak SD Hingga SMP

Aksi bejat itu dilakukan setiap kali istrinya tidak di rumah, pelaku selalu mengancam anaknya, untuk tidak memberitahukan kepada ibunya.

Bejat, Ayah Kandung Asal Kukar Tega Setubuhi Anaknya Sejak SD Hingga SMP
istimewa
Pelaku telah diamankan oleh Satreskrim Polsek Marangkayu, Jumat (12/1/2018) 

Laporan wartawan TribunKaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO - Bukanya menjaga dan merawat buah hatinya, bapak asal desa Sebuntal, Marangkayu, Kutai Kartanegara ini malah tega menggagahi anak kandungnya sendiri, yang masih duduk dibangku kelas VIII SMP.

Kasus itu terungkap, setelah kepolisian mendapatkan laporan tentang adanya kasus asusila yang melibatkan anak dibawah umur. Setelah mendapatkan laporan tersebut, kepolisian pun bergerak cepat guna menangkap pelaku.

Baca: Ilmuan Turki Sebut Nabi Nuh Telepon Anaknya Sebelum Banjir Besar Datang

Akhirnya, sekitar pukul 11.45 Wita, Kamis (11/1) kemarin, kepolisian berhasil mengamankan pelaku, Eko Sulistiono (40), di sekitar pasar tradisional desa Sebuntal.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku telah menggagahi anaknya itu sejak kelas VI SD, dan terus berlanjut hingga anaknya kelas VIII SMP, yang saat ini telah berusia 15 tahun.

Aksi bejat itu dilakukan setiap kali istrinya tidak di rumah, pelaku selalu mengancam anaknya, untuk tidak memberitahukan kepada ibunya.

Baca: Sandi Sebut Gaji Guru DKI Rp31 Juta: Nggak Kalah Sama Finlandia. Ternyata Ini Fakta Sebenarnya

"Betul, pelaku merupakan ayah kandung korban. Aksi pelaku selalu dilakukan di rumah, saat istrinya sedang keluar rumah," ucap Kapolsek Marangkayu, Iptu Yusuf, Jumat (12/1/2018).

"Dan, pelaku selalu mengancam korban usai melakukan hubungan seksual, agar tidak memberitahukan hal itu ke ibunya," tambahnya.

Berkat bantuan warga sekitar, akhirnya pelaku dapat diringkus, dan diamankan ke Polsek guna proses pemeriksaan lebih lanjut.

Baca: Mayoritas Paslon Belum Selesaikan Laporan Harta Kekayaan

Sedangkan barang bukti yang diamankan, yakni berupa beberapa pakaian korban yang digunakan saat korban disetubuhi pelaku.

"Pakaian korban kita amankan juga, saat itu pelaku sudah kita amankan, dan tengah jalani pemeriksaan," ucap mantan Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda itu.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan UU Nomor 35 tahun 2004, tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun penjara. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help