BNK Masuk ke Gereja, Ada Apa?

BNK dan kepolisian gencar memerangi narkoba, pasalnya, penyalur dan bandara narkoba terus melakukan inovasi.

BNK Masuk ke Gereja, Ada Apa?
Tribun Kaltim/Geafry Necolsen
Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Berau, bersama Jajaran Polres Berau dan Dinas Kesehatan menggelar sosialisasi tentang bahaya narkoba di Gereja Green Bethany 

TRIBUNKALTIM.CO – Jumat (12/1/2018) Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Berau, Agus Tantomo bersama Jajaran Polres Berau dan Dinas Kesehatan menggelar sosialisasi tentang bahaya narkoba. Uniknya, sosialisasi ini digelar di Gereja Green Bethany.

“Saya sering melakukan sosialisasi di kantor pemerintah, di perusahaan swasta, di sekolah-sekolah. Tapi baru kali ini saya melakukan sosialisasi di gereja. Dan ini  menandakan, kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba semakin meningkat,” kata Agus Tantomo.

Baca: Setelah La Nyalla Blak-blakan, Giliran Ridwan Kamil Ungkap Alasannya Tinggalkan Prabowo dan Gerindra

Agus mengatakan, narkoba saat ini memang menjadi ancaman serius bagi negara ini, pasalnya, penyalahgunaan narkoba tidak memandang status sosial, usia dan profesi. Sosialisasi ini diikuti oleh para jemaat gereja di berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga pelajar.

“Anak-anak juga perlu mengenali narkoba dan bahayanya, mengetahui dan memahami akibatnya jika sudah menjadi pecandu,” katanya lagi.

Saat ini, kata Agus, BNN, BNK dan kepolisian gencar memerangi narkoba, pasalnya, penyalur dan bandara narkoba terus melakukan inovasi.

“Mereka melakukan inovasi produk, dulu jelas, narkoba berupa bubuk dan kristal. Untuk mengelabui, dimodifikasi dalam bentuk rokok, permen, sekarang bentuknya macam-macam,” jelasnya.

Baca: KPK Kian Galak, Apakah Mahar dan Politik Uang Jadi Hilang? Ternyata Faktanya Amat Mencengangkan

Para Bandar dan pengedar narkoba, kata Agus juga melakukan inovasi distribusi.

“Dulu penyelundupan narkoba bisa-biasa saja, sekarang bisa diselundupkan dalam tempat yang tidak kita sangka. Contoh, ada impor tiang pancang ternyata di dalamnya ada narkoba. Ada juga impor buah, tapi dalamnya berisi narkoba. Pernah ditemukan sajadah, di dalam serat-seratnya ada serbuk narkoba. Juga dalam bentuk obat-obatan,” bebernya.

Selain itu, Agus juga meminta agar para orangtua mengawasi pergaluan anak-anak mereka, memahami ciri umum pengguna narkoba, sehingga jika ada anggota keluarga yang menyalahgunakannya, bisa diantisipasi sebelum menjadi lebih parah.

“Orangtua dan anak-anak harus memahami ciri pecandu narkoba, sehingga mudah mendeteksi dan menyelamatkan. Cirinya banyak tapi yang umum bicara melantur, mata merah, pola tidur berubah dan karakternya juga berubah,” jelas Agus. 

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help