Bobot Kendaraan Melebihi Kapasitas Jalan, Dilarang Melintas di Jalan Ini

Meski perusahaan peti kemas mengakui kerusakan Jalan Haji Isa III karena bobot muatan yang berlebihan dan bersedia melakukan perbaikan.

Bobot Kendaraan Melebihi Kapasitas Jalan, Dilarang Melintas di Jalan Ini
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo, dengan sejumlah awak media saat meninjau Jalan Haji Isa III yang mengalami kerusakan akibat kerap dilintasi kendaraan dengan bobot yangmelebihi kapasitas jalan. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Geafry Necolsen

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Meski perusahaan peti kemas mengakui kerusakan Jalan Haji Isa III karena bobot muatan yang berlebihan dan bersedia melakukan perbaikan.

Namun Wakil Bupati Berau, mengistruksikan agar Dinas Perhubungan (Dishub) bertindak tegas.

“Karena menurut saya, memperbaiki jalan ini bukan solusi permanen. Walaupun sudah diperbaiki ya nanti rusak lagi kalau tetap dilewati. Karena itu saya minta diperbaiki seperti semula dan saya minta Kadishub tegas, kita tahu kapasitas jalannya dan bobot kendaraan berapa. Menurut Dishub, muatannya berlebihan. Ya kalau berlebihan jelas dilarang,” tegas Agus saat meninjau jalan yang mengalami kerusakan.

Agus mengatakan, ada beberapa ruas jalan yang bisa dilintasi oleh perusahaan petikemas, seperti jalan dengan konstruksi beton atau rigid.

“Mereka hanya boleh melintas di jalan rigid, kalau opErasional mereka terganggu, itu masalah mereka. Kalau memang tidak boleh dilewati ya jangan dilewati. Pertama perbaiki, setelah itu larang mereka lewat sini,” kata Agus.

Baca: Dana Rp 6 Miliar Akan Dibagikan ke Pegawai RSUD

Baca: Rizal Effendi Beri Batasan Keras Untuk Pasangan Calon Gubernur yang Akan Kampanye di Balikpapan

Baca: Warren Buffett Enggan Investasi di Bitcoin dan

Baca: Meghan Markle Jadi Ikon Mode Nih, Jumper yang Dikenakannya Ludes dalam Sekejap!

Dirinya juga sempat mempertanyakan, mengapa perusahaan peti kemas itu memilih tempat penumpukan di tengah kota.

“Padahal masih banyak lahan kosong,” imbuhnya.

Agus kembali mengingatkan agar Dinas Perhubungan bersikap tegas kepada perusahaan-perusahaan yang mengoperasikan kendaraan dengan bobot melebihi kapasitas jalan.

Meski jalan umum, menurut Agus ada ketentuan kendaraan mana saja yang melintas dan tidak boleh.

“Jadi jangan hanya memberi himbauan saja, kalau bobot kendaraan dan kapasitas jalan tidak sesuai, larang mereka,” tandasnya. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help