Cegah Ancaman Terorisme, Masyarakat Perbatasan Diminta Sinergi dengan Aparat

Masyarakat, pemerintah daerah, TNI, dan Polri selalu merekatkan kerjasama dalam rangka memantau setiap pergerakan warga negara.

Cegah Ancaman Terorisme, Masyarakat Perbatasan Diminta Sinergi dengan Aparat
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Basiran Lazaidi, Kepala Badan Kesbangpol Kalimantan Utara. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Muhammad Arfan

TRIBUNKATIM.CO, TANJUNG SELOR - Banyaknya jalur-jalur tikus di perlintasan antar negara di Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Filipina, dianggap sangat rawan dilalui oleh teroris dari luar negeri utamanya dari kawasan Marawi, Filipina bagian selatan.

Kepala Badan Kesbangpol Kalimantan Utara Basiran La Zaidi menjelaskan, terbukanya perlintasan antar negara di Kabupaten Nunukan sebetulnya tidak menjadi masalah serius jika masyarakat dan aparat bisa bekerjasama dengan baik.

"Jalur kita di Nunukan sangat terbuka. Belum ada jalur khusus. Seperti ada kemarin masyarakat Tawau turun di Sebatik. Untung petugas imigrasi kita cepat tanggap memeriksa semua dokumen," kata Basiran, Jumat (12/1/2018).

Baca: Isu Terorisme Terus Bayangi Kalimantan Utara, Ini Sebabnya

Baca: Abdillah Minta Warga Nunukan Tetap Tenang Pasca Tertangkapnya Terduga Teroris

Yang terpenting kata Basiran, masyarakat, pemerintah daerah, TNI, dan Polri selalu merekatkan kerjasama dalam rangka memantau setiap pergerakan warga negara tetangga yang masuk ke wilayah Indonesia.

"Saya kira kita patut menduga ada jalur-jalur lain yang mereka pakai," ujarnya.

Dikhawatirkan masuknya eks teroris dari Marawi khususnya, bisa mempengaruhi masyarakat dengan paham-paham atau ideologi yang dibawanya.

"Namun sekali lagi kami tegaskan, masyarakat perlu mewaspadainya. Jika ada masyarakat baru yang masuk baik warga negara kita Indonesia maupun warga negera asing, segera dilaporkan ke petugas untuk diketahui asal usulnya," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help