Pemuda di Tenggarong Punya Cara Unik Lestarikan Seni Tingkilan

Kelompok Satria Bergambus ini pernah tampil dalam Pentas Seni dan Usaha Kreatif di Balikpapan, pekan lalu.

Pemuda di Tenggarong Punya Cara Unik Lestarikan Seni Tingkilan
Tribun Kaltim/Rahmad Taufik
Kelompok seni Satria Bergambus Kutai menyajikan seni tingkilan di Taman Kota Raja Tenggarong, Jumat (12/1/2018) 

Begini Cara Pemuda Kutai Lestarikan Seni Tingkilan

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Tiap Jumat pagi sekelompok pemuda berkumpul di Taman Kota Raja Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Mereka menampilkan kesenian tingkilan khas Kutai dengan iringan musik gambus, rebana (terbang) dan kendang.

"Ini sudah kali kedua kami menampilkan kesenian tingkilan di Taman Kota Raja usai kegiatan Jumat Bersih. Kami ingin menghibur para pengguna jalan dan rekan-rekan yang sudah membersihkan taman," ujar Yusrin Iskandar, Ketua Satria Bergambus Kutai didampingi anggotanya, Dedi Kamaruddin, Jumat (12/1/2018).

Baca: Wow, Posting Foto Lagi Mandi, Sophia Latjuba Bikin Jantung Berdebar-debar

Selama ini para seniman tingkilan ini kerap berkumpul di Rumah Budaya Kutai (RBK).

"Selain membudidayakan gotong-royong, kami juga ingin membudidayakan kesenian tradisional Kutai lewat kegiatan rutin tiap Jumat, daripada kumpul-kumpul tidak ada manfaat mending kita ngumpul untuk berkesenian," tuturnya.

Kelompok Satria Bergambus ini pernah tampil dalam Pentas Seni dan Usaha Kreatif di Balikpapan, pekan lalu.

"Ke depan kami akan tampil di Muara Muntai," ujarnya. Kelompok seni Satria Bergambus Kutai ini terbentuk baru 3 silam dengan anggota aktif sekitar 15 orang. Kendati baru terbentuk, tapi pelaku seninya termasuk orang lama yang berkecimpung dalam seni tingkilan.

Baca: Ilmuan Turki Sebut Nabi Nuh Telepon Anaknya Sebelum Banjir Besar Datang

"Kami tetap merekrut anak muda agar kesenian tingkilan ini tetap bertahan di tengah gempuran budaya asing, jadi regenerasi tetap jalan, bahkan pemain kendang kami masih anak-anak usia 9 tahun," kata Dedi.

Ia terus membuka diri bagi siapapun yang ingin belajar seni tingkilan. Menurutnya, kegiatan seni ini dapat menghindari pemuda dari pengaruh buruk, seperti narkoba dan miras.

Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help