Penjelasan Toko Online soal Pegawai BPN Nunukan yang Beli Emas Batangan, Dapatnya Baju Batik Anak

Pihak pembeli telah mengakses suatu situs palsu yang tampilannya menyerupai situs Tokopedia atau yang umum disebut situs phishing.

Penjelasan Toko Online soal Pegawai BPN Nunukan yang Beli Emas Batangan, Dapatnya Baju Batik Anak
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Penjaga toko memperlihatkan emas batangan 100 gram di Toko Emas Buana, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung 

TRIBUNKALTIM.CO - Terkait laporan dari Randa Sangka Agustinus, pegawai BPN Nunukan yang mengatakan membeli emas batangan melalui toko online malah dikirimi baju batik anak, berikut penjelasan dari pihak toko onlinenya.

Melalui rilisnya yang diterima tribunkaltim.co, Tokopedia memberi penjelasan sebagai berikut: berdasarkan pengecekan atas transaksi yang dilaporkan, didapati bahwa terdapat pihak lain yang dapat mengakses akun pihak pembeli untuk melakukan tindakan konfirmasi penerimaan barang yang seharusnya tidak dilakukan mengingat barang belum sepenuhnya diterima oleh pihak pembeli karena terdapat pihak lain yang telah mengetahui informasi penting berupa email dan password pihak pembeli.

Kejadian tersebut dapat terjadi manakala pihak pembeli dalam hal ini telah mengakses suatu situs palsu yang tampilannya menyerupai situs Tokopedia atau yang umum disebut sebagai situs phishing.

Situs phishing tersebut umumnya dikirimkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab melalui pesan singkat (SMS) maupun aplikasi chat lainnya berupa link agar pihak penerima pesan dapat segera mengakses link tersebut dengan berbagai alasan, baik terkait dengan alasan transaksi maupun alasan lain dengan tujuan memaksa pihak penerima pesan agar dapat mengisikan data berupa email, password maupun informasi penting lain untuk kemudian disalahgunakan.

Baca: Rizal Effendi Beri Batasan Keras Untuk Pasangan Calon Gubernur yang Akan Kampanye di Balikpapan

Baca: Warren Buffett Enggan Investasi di Bitcoin dan

Baca: Usai Terbakar, Pemkot Sudah Siapkan Dana Untuk Bangun Kelurahan Graha Indah

Menanggapi kejadian tersebut, pada dasarnya dalam hal ini Tokopedia menganggap serius masalah keamanan ataupun privasi setiap akun para pengguna, meskipun demikian masing-masing pengguna juga diharapkan agar ikut terlibat aktif untuk tidak menginformasikan data-data akun baik berupa email, password, kode otentikasi (OTP) maupun data penting lainnya kepada pihak manapun, baik secara lisan maupun melalui media lain yang tidak dapat dijamin keamanannya.

Sebagai tindak lanjut, pihak Tokopedia dalam hal ini telah melakukan upaya pemblokiran terhadap akun pihak penjual pada 21-12-2017 12:43 berdasarkan laporan dari Saudara Agustinus Randa Sangka ke sistem layanan pengguna kami pada 21-12-2017 12:21 atau 22 menit setelah laporan tersebut kami terima.

Kemudian, Tokopedia dalam hal ini akan kooperatif dengan Saudara Agustinus Randa Sangka untuk memberikan asistensi pelaporan ke pihak kepolisian dan apabila diperlukan, sesuai dengan aturan perundang-undangan, Tokopedia akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menginformasikan data-data yang diperlukan guna kepentingan penyelidikan demi terselesaikannya kendala ini dengan baik.

Halaman
1234
Penulis: tribunkaltim
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help