Rayu Korban dengan Permen, Buruh Bangunan Cabuli Anak 5 Tahun di Bontang

Saat itu pelaku yang bekerja sebagai buruh bangunan di rumah orangtua korban merayu korbannya dengan permen.

Rayu Korban dengan Permen, Buruh Bangunan Cabuli Anak 5 Tahun di Bontang
Net/Google
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO - Kasus pencabulan anak di bawah umur kembali terjadi di wilayah hukum Polresta Bontang. Kali ini peristiwa bejat, menimpa seorang bocah perempuan di KM 47, RT 01, Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartenagara.

Bocah naas yang baru menapak usia 5 tahun itu jadi korban perbuatan bejat seorang buruh bangunan usia 53 tahun. Pelaku inisial SAT, merupakan buruh bangunan asal Samarinda, yang dipekerjakan oleh rumah orangtua korban.

"Kejadian akhir tahun 2017. Tapi baru terungkap dan pelakunya sudah kita tangkap," ujar Kapolres Bontang AKPB Dedi Agustono melalui Kasat Reskrim, Iptu Rihard Nixon, Jumat (12/1).

Menurut Iptu Rihard, kasus pencabulan ?di Muara Badak, pertama kali dilaporkan ibu korban. Tepatnya, Minggu (7/1) seorang warga melapor ke Polsek Muara Badak, kejadian pencabulan terhadap puterinya yang baru berusia 5 tahun. Pelakunya adalah buruh bangunan yang saat itu sedang bekerja di rumah pelapor.

"Hari itu juga Unit Reskrim Polsek Muara Badak dipimpin Kanit Reskrim Aipda Yayak Winarta melakukan penangkapan terhadap tersangka," ungkap Iptu Rihard.

Dari keterangan sementara, kasus pencabulan terhadap di KM 47, pertama kali dilakukan SAT pada sekitar medio Desember 2017. Saat itu pelaku yang bekerja sebagai buruh bangunan di rumah orangtua korban merayu korbannya dengan permen.

Tergiur dengan permen dari pelaku, korban dengan polosnya menurut saat pelaku memangkunya di bawah kolong rumah.

Berhasil mengelabui korbannya, tersangka SAT kembali melakukan aksinya bejat saat kondisi rumah korban sepi. Kali ini pelaku nekat memboyong korban ke dalam salah satu kamar tuannya dan langsung melampiaskan nafsu bejatnya.

Saat itu, korban tidak sendiri. Seorang gadis cilik teman bermain korban yang berusia 7 tahun, juga nyaris jadi korban predator SAT. Beruntung bocah yang baru di bangku kelas 1 SD, keburu melarikan diri lantaran takut melihat aksi bejat sang buruh bangunan. "Korbannya nyaris dua anak. Untungnya satu anak itu cepat menyelamatkan diri," katanya.

Aksi bejat SAT terungkap lantaran korban mengeluh kesakitan setiap kali buang air kecil. Curiga dengan sikap puterinya, ibu korban pun menanyakan penyebab puterinya kesakitan. Jawabannya sungguh diluar dugaan. Gadis cilik tersebut dengan polosnya menceritakan perbuatan bejat SAT terhadap dirinya

"Tersangka ini sebenarnya sudah lama kenal dengan orangtua korban. Makanya dipercaya memperbaiki rumah. Ternyata perbuatannya sangat bejat," ungkapnya.

Atas perbuatannya, SAT kini mendekam di Rutan Polres Bontang. Predator anak ini dijerat Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun penjara.  (*)

Penulis: Udin Dohang
Editor: M Abduh Kuddu
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help