TribunKaltim/

Sambut Baik Kedatangan Kapolda Baru, Ini Harapan HMI Kota Samarinda

Sebagai nakhoda baru Polda Kaltim, tentunya banyak harapan dari masyarakat, khususnya dari HMI cabang Kota Samarinda

Sambut Baik Kedatangan Kapolda Baru, Ini Harapan HMI Kota Samarinda
ISTIMEWA
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyerahkan tongkat komando Kapolda Kaltim kepada Brigjen Pol Drs Priyo Widyanto, Kamis (11/1/2018) di Rupatama Mabes Polri. Di sampingnya Irjen Pol Safaruddin resmi non job sebagai perwira tinggi Baintelkam sambil menunggu pensiun. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Kota Samarinda mengucapkan selamat atas dilantiknya Brigjen Priyo Widayanto sebagai Kapolda Kaltim, menggantikan Irjen Safaruddin.

"Sebagai nakhoda baru Polda Kaltim, tentunya banyak harapan dari masyarakat, khususnya dari HMI cabang Kota Samarinda," kata Ketua HMI cabang Samarinda Abdul Muis dalam rilisnya kepada Tribunkaltim.co, Jumat (12/1/2018) pagi.

Baca: Alumni 212 Protes 5 Calon yang Diusulkan di Pilkada tak Digubris Koalisi 3 Parpol Ini

Tepat 1 Januari 2018 kemarin, tutur Muis, Provinsi Kaltim telah genap berusia 61 tahun. Usia tersebut, kata Muis, memperlihatkan kematangan Kaltim sebagai salah satu provinsi di Republik Indonesia.

Namun di usianya yang ke-61 ini, kata Muis, ada dua persoalan yang tak kunjung tuntas, yang mengundang keprihatinan banyak pihak, termasuk HMI cabang Kota Samarinda. Pertama adalah menyangkut peningkatan angka penyalahgunaan narkoba.

Berdasarkan rilis Badan Nakotika Nasional (BNN) tahun 2016, ujar Muis, penyalahgunaan narkoba di Provinsi Kaltim menduduki peringkat 4 nasional, dan naik menjadi peringkat 3 di tahun 2017.

Baca: Bicara Kebijakan Penenggelaman Kapal Asing, Hotman Paris Sebut Menteri Susi Harus Diberi Gelar Ini

"Sungguh ini merupakan “prestasi” yang tidak bisa dibanggakan bagi Kaltim. Tentunya, bagi kami sebagai generasi muda Katilm, memiliki rasa khawatir bahwa Kaltim akan menjadi juara dalam penyalahgunaan narkoba di Indonesia," tuturnya.

Selain itu, salah satu hal yang juga cukup mendesak untuk dilakukan adalah penindakan dan penertiban penambangan batubara terindikasi ilegal, yang masih bebas beroperasi di Provinsi Kaltim, yakni di Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Muis menuturkan, pada Agustus 2017 lalu, Polda Kaltim telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) tambang untuk menindaklanjuti kegiatan penambangan batubara terindikasi ilegal dan berjanji akan menelusuri dan mengumpulkan bukti-bukti, dan berjanji akan mem-publish hasil yang diperoleh.

Baca: Bejat, Ayah Kandung Asal Kukar Tega Setubuhi Anaknya Sejak SD Hingga SMP

"Namun hingga kini, publik belum mengetahui perkembangan Satgas yang dibentuk. Ini tentu menimbulkan kecurigaan bahwa terjadi pembiaran akan kegiatan ilegal," ujarnya.

Oleh karena itu, kata Muis, HMI cabang Kota Samarinda berharap agar dua masalah ini juga mendapat perhatian dari Kapolda Kaltim baru, Brigjen Priyo Widayanto, untuk segera ditindaklanjuti dan dituntaskan.

"Kami HMI cabang Kota Samarinda berharap Kapolda Kaltim baru mampu menciptakan Kaltim bebas narkoba dan tambang ilegal," ujarnya.

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help