Ternyata Mayoritas Pengedar Narkoba Emak-emak

Keuntungannya banyak, karena itu banyak yang berani ambil risiko, berani melanggar hukum, berani kucing-kucingan dengan polisi

Ternyata Mayoritas Pengedar Narkoba Emak-emak
Tribun Kaltim/Geafry Necolsen
Berdasarkan penelitian BNK Berau, 70 persen penghuni Rutan Tanjung Redeb tersangkut perkara penyalahgunaan narkoba. Dan mayoritas adalah Ibu Rumah Tangga yang tergiur dengan keuntungan besar. 

TRIBUNKALTIM.CO – Hampir seluruh daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Berau mengalami peningkatan kasus penyalahgunaan narkoba.

Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Berau, Agus Tantomo mengungkapkan, saat ini ada lebih dari 800 penghuni Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanjung Redeb, 70 persen karena kasus penyalahgunaan narkoba.

Baca: BNK Masuk ke Gereja, Ada Apa?

“Kami melakukan penelitian di Rutan, dan mayoritas yang tersangkut kasus narkoba adalah ibu-ibu, mereka kebanyakan jadi pengedar. Kenapa? Karena iming-iming keuntungan besar, orang jadi nekat menggeluti profesi ini karena keuntungannya yang besar,” ungkap Agus Tantomo, Jumat (12/1/2018).

Agus yang juga pengusaha sukses di Kabupaten Berau ini mengatakan, dari sisi bisnis, berjualan narkoba sangat menggiurkan.

“Keuntungannya banyak, karena itu banyak yang berani ambil risiko, berani melanggar hukum, berani kucing-kucingan dengan polisi,” ujarnya.

Baca: Setelah La Nyalla Blak-blakan, Giliran Ridwan Kamil Ungkap Alasannya Tinggalkan Prabowo dan Gerindra

Padahal, kata Agus, narkoba merupakan salah satu cara bagi negara lain untuk menjajah Indonesia.

Dirinya mencontohkan saat Inggris ingin menguasai Hongkong, dan beberapa kali melakukan agresi militer namun kewalahan.

Baca: Selamat! Lulus Fakultas Hukum UI, Aktris Cantik Ini Kantongi Predikat Cumlaude, Netizen: Inspiratif!

“Mereka berperang, tapi Inggris tidak pernah menang. Mereka (Inggris) akhirnya memasukan candu. karena banyak pecandu akhirnya bisa dikuasai. Dan ini yang sedang terjadi di Indonesia, salah satu cara melemahkan adalah menghambur narkoba,” tegas Agus.

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help