Warga Mengeluh, Jalan Haji Isa III Sudah Lama Rusak, Tapi Belum Juga Diperbaiki

“Jalan ini dulunya bagus, mulus. Tapi sejak ada perusahaan angkutan barang setiap hari angkut peti kemas, sekarang jadi rusak parah,”

Warga Mengeluh, Jalan Haji Isa III Sudah Lama Rusak, Tapi Belum Juga Diperbaiki
Tribun Kaltim/Geafry Necolsen
Kondisi Jalan Haji Isa III yang mengalami kerusakan parah. Aspal jalan hancur, sehingga menyebabkan debu berterbangan saat dilintasi kendaraan. 

TRIBUNKATIM.CO – Sudah sejak tahun 2017 lalu, masyarakat mengeluhkan kondisi Jalan Haji Isa III yang mengalami kerusakan parah. Aspal jalan hancur, sehingga menyebabkan debu berterbangan saat dilintasi kendaraan.

Belum lagi kondisi jalan yangmenyebabkan beberapa pengendara sepeda motor terjatuh saat melintasi jalan ini. Warga menuding, penyebab kerusakan jalan ini adalah karena angkutan peti kemas yang kerap mondar-mandiri di daerah ini.

Baca: Sudah Tiga Jam Lebih Diperiksa, Jaang Akui Soal Psikologi Itu Susah

“Jalan ini dulunya bagus, mulus. Tapi sejak ada perusahaan angkutan barang setiap hari angkut peti kemas, sekarang jadi rusak parah,” kata Wandani, warga sekitar.

Warga lainnya juga mengeluhkan debu yang berterbangan ke rumah-rumah mereka.

Menanggapi keluhan ini, Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo langsung meninjau kondisi jalan. 

“Wah kalau begini, rusak parah namanya,” kata Agus saat baru turun dari mobil dinasnya, Jumat (12/1/2018).

Agus pun langsung menghubungi Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), untuk menanyakan apa penyebabnya. Kepala Dishub yang dihubungi membenarkan, penyebab rusaknya jalan karena angkutan peti kemas.

Baca: Pasca Akur dengan Sunu Postingan Suci Bersyukur, Ummi Pipik Unggah Hal Berbeda, Kebetulan Nih?

“Saya sudah telepon Kepala Dishub. Mereka (perusahaan petikemas) mengakui, jalan ini rusak karena mereka. Dinas Perhubungan sudah enam kali melakukan pertemuan dengan mereka,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh Agus Tantomo dari Kepala Dishub, jalan tersebut rusak lantaran kerapa dilitasi kendaraan dengan bobot melebihi kapasitas jalan.

“Mereka (perusahaan petikemas) bersedia memperbaiki,” ungkapnya.

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help