50 HRD Kumpul di Hotel Royal Park Samarinda, Bahas Soal PHK Karyawan

Tak kurang dari 50 HRD, yang mengatur sekitar 10 ribu karyawan, hadir dalam gathering dan workshop, kali ini.

50 HRD Kumpul di Hotel Royal Park Samarinda, Bahas Soal PHK Karyawan
Tribun Kaltim/Rafan A Dwinanto
HRD di Samarinda mengikuti gathering dan workshop Forum HRD dengan tema hubungan industrial 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pertanyaan seputar cara Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) mencuat dalan acara Gathering dan Workshop Forum HRD, yang digelar Forum HRD Samarinda bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Samarinda, Sabtu (13/1/2018), di Royal Park Hotel.

 Gathering dan Workshop kali ini mengangkat tema hubungan industrial. Tak heran, jika para HRD lebih banyak memertanyakan langkah PHK karyawan tanpa harus menyisakan perkara di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

Tak kurang dari 50 HRD, yang mengatur sekitar 10 ribu karyawan, hadir dalam gathering dan workshop, kali ini. 

Baca: Miris, Anak 6 Tahun Disiksa Ibu Kandung dan Ayah Tiri, Sempat Dikubur Hidup-hidup

Ketua Forum HRD Samarinda, Nur Yulianto menjelaskan HRD juga sejatinya tak menginginkan terjadinya PHK.

Bila pun harus dilakukan, PHK, menurut Nur, harus dilaksanakan sesuai aturan di UU Ketenagakerjaan. “Kalau bisa jangan ada PHK. PHK itu jalan terakhir,” kata Nur.

Beberapa tahun belakangan ini, PHK massal terjadi di Kaltim.

Belasan ribu pekerja kehilangan sumber penghidupan. Terutama mereka yang bekerja di sektor pertambangan. Nur mengungkapkan, dalam proses PHK massal tersebut, HRD diuntungkan dengan latar asal pekerja, yang didominasi pendatang.

Baca: Usai Terbakar, Pedagang Kelontong di Pasar Senaken Ditempatkan di Area Parkir Roda 2

 “Kebanyakan pekerja yang di PHK itu berasal dari sektor tambang, dan mereka pendatang. Jadi, saat di PHK, mereka langsung kembali ke daerah masing-masing. Makanya tidak terjadi aksi unjukrasa besar-besaran,” kata Nur.

Kegiatan semacam ini, kata Nur, sekaligus menjadi ajang saling berbagi masalah dan solusi. Bertukar informasi dan pengetahuan antar sesama HRD.

“Tujuan forum HRD saling berbagi solusi. Yang di tempat kerjanya ada persoalan, tidak bisa ditangani sendiri, dengan berkumpul, mereka bisa saling berbagi persoalan dan solusi. Siapa tahu, mereka mendapat contoh menyelesaikan persoalan di perusahaannya, dari HRD lainnya yang ada disini. Juga mendapat pengetahuan lebih banyak,” katanya lagi.

Baca: Promosikan Produk Pemutih Kulit, Model cantik Ini Dipenjara Akibat Umbar Bagian Intimnya

Peran HRD bagi perusahaan, lanjut Nur, sangat vital. Maju tidaknya perusahaan sangat tergantung kecakapan HRD dalam proses rekruitment dan pengembangan kapasitas karyawan. 

 “HRD itu kunci perusahaan. Maju tidaknya perusahaan dimulai dari HRD. Perusahaan baru mau buka, harus HRD dulu yang dipunya. Begitu pula perusahaan mau tutup, HRD yang terakhir bubar. Rekruitmen karyawan juga HRD. HRD juga jarang pindah-pindah perusahaan karena dia tahu kunci perusahaan,” tutur Nur. 

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Januar Alamijaya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help