TribunKaltim/

Ditanya soal Pemasangan Baliho, Safaruddin: Memangnya Mau Dipasang di Langit

Mantan Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin, bakal calon wakil gubernur yang berpasangan dengan Rusmadi menjelaskan terkait banyaknya poster

Ditanya soal Pemasangan Baliho, Safaruddin: Memangnya Mau Dipasang di Langit
tribunkaltim.co/budhi hartono
Pasangan Rusmadi-Safaruddin naik sepeda ke kantor KPU, Rabu (10/1/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Mantan Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin, bakal calon wakil gubernur yang berpasangan dengan Rusmadi menjelaskan terkait banyaknya poster, baliho, hingga spanduk dirinya di beberapa daerah di Kaltim.

Ditemui usai tes kesehatan di RSU A Wahab Syahranie Samarinda, Safaruddin mengatakan, dirinya membantah masih menggunakan fasilitas kepolisian dalam pembuatan dan penyebaran baliho.

"Saya tidak gunakan infrastruktur polisi. Coba ada dimana? Foto sekarang, yang gambar putih itu (Safaruddin kenakan baju putih). Ada nggak dipasang di depan kantor polisi?" ujarnya.

Baca: Tiga Paslon Pilgub Kaltim Jalani Tes Psikologi, Cagub Ini Sebut Sulit Gambar Orang

Banyaknya gambar dirinya dengan wujud baliho dianggap sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat Kaltim untuk niatnya maju di Pilkada Kaltim. Majunya Safaruddin, karena ia ingin mengubah perekonomian Kaltim menjadi lebih baik.

Ia pun menyatakan, jika baliho tak bisa dipasang di tempat lain, dimana lagi seharunya baliho dipasang. "Memangnya mau dipasang di langit?," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Safaruddin membenarkan jika keluarga intinya, anak serta istri sempat menolak dirinya maju dalam Pilkada Kaltim. Namun, beruntung, setelah diyakinkan, semuanya akhirnya setuju.

"Dua anak saya, dan istri satu-satunya sempat menolak. Tetapi, saya sampaikan kalau saya maju itu untuk membantu rakyat Kaltim. Bagaimana bikin beras murah, biaya transportasi terpangkas. Akhirnya mereka mengerti," katanya.

Baca: Usai Ujicoba, Pelatih Persiba Pulangkan Enam Pemain Seleksi

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kaltim, Saipul mengimbau agar para kandidat pasangan calon (paslon) setelah ditetapkan sebagai calon gubernur dan wakil gubenur Kaltim menurunkan semua baliho dan atribut bergambar paslon.

Hanya saja untuk saat ini, masih belum bisa dilakukan penurunan atau pencopotan baliho atau atribut paslon. Sebelum KPU menetapkan empat paslon dinyatakan lolos.

"Tunggu sampai ada penetapan dari KPU dari empat kandidat. Setelah ditetapkan, tiga hari setelah itu masuk masa kampanye," tutur Saipul.

Baca: Jangan Sepele, 6 Makanan yang Banyak di Dapur Ini Bagus untuk Bakar Lemak dan Metabolisme Tubuh

Jika sudah ditetapkan KPU sebagai paslon resmi, para kandidat tidak mau menurunkan balihonya, Bawaslu Kaltim akan menyurati Satpol PP. (*)

Penulis: Anjas Pratama
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help