TribunKaltim/

Menguak Profesi Penonton Bayaran di Televisi, Sebulan Bisa dapat Rp 12 Juta

Namun faktanya, di luar dua genre acara itu pun, hampir semua program di televisi selalu membutuhkan yang namanya PB.

Menguak Profesi Penonton Bayaran di Televisi, Sebulan Bisa dapat Rp 12 Juta
Rizky Abdul Rahman/Hai Online
Ilustrasi penonton bayaran acara televisi 

Mahasiswi semester 4 Universitas Pancasila ini kerap menghadiri berbagai acara TV demi mencari tambahan dana buat kegiatan kemahasiswaan di kampusnya.

https://4.bp.blogspot.com/-bhvsBERBWnE/WC8DeDQCidI/AAAAAAAABJ8/Fzqt2Ppr3L82O76dAQD2e-_J_r3_2VNeQCLcB/s1600/fenomena+penonton+bayaran+9.jpg
Penonton Bayaran kategori mahasiswa di salah satu program TV
Foto by: Rizky Abdu Rahman

“Iya, baru angkatan gue sih yang inisiatif jadi penonton bayaran. Karena sebenernya lumayan mempengaruhi banget. Biasanya kalau kita cari dana dengan ngamen, udah jauh-jauh ke tempatnya, eh dapetnya cuma dua ratus ribu. Ke sini kita jauh-jauh, bisa dapat 500-600ribu. Dua kali lipat gitu.” papar Dea yang ngaku enjoy banget sama kegiatan nonton begini.

Ada pun yang menekuni kegiatan PB ini sebagai mata pencaharian, mereka bisa ngantongin duit di kisaran 1,5-2 juta per bulan.

Tapi buat mencapai angka segitu, mereka mesti mau mengisi bangku penonton di 3 sampai 4 program TV per hari.

Widih, capek juga tuh.

12 Juta Sebulan

Selain tau cerita seru dari para penontonnya, kita juga perlu tau kalau mereka itu nggak jalan sendiri-sendiri.

Ada pihak-pihak yang bertugas mencari, mengumpulkan, dan mengkoordinir para PB ini untuk kemudian diajak ‘main’ ke berbagai program TV.

Dengan kata lain, pihak-pihak inilah yang telah menjadikan dunia PB sebagai ladang bisnis yang rupanya lumayan ‘basah’.

Baca: Tiga Paslon Pilgub Kaltim Jalani Tes Psikologi, Cagub Ini Sebut Sulit Gambar Orang

Ya gimana nggak basah kalau ternyata mereka bisa mendulang rupiah minimal 12 juta dalam satu bulan?

Bermodalkan alat komunikasi dan networking yang luas, satu kepala bisa membawahi beberapa kepala lainnya di berbagai daerah.

‘Kepala daerah’ yang biasa disebut koordinator lapangan (koorlap) ini, bisa mengumpulkan ratusan PB untuk kemudian diboyong ke program TV setiap saat.

Bahkan, satu jam sebelum program TV-nya mulai pun, bisa!

https://3.bp.blogspot.com/-Y8EUCFFMPQo/WC8Dd3SEoxI/AAAAAAAABJ4/-i2Nz0iiXFkBx6U2g_hut3uTzy3xtO7kACLcB/s1600/DSC_0089RSZ.JPG
Ilustrasi Penonton Bayaran
Foto by: Jeanett Verica

“Saya punya koorlap yang banyak di daerah-daerah. Semua Jabodetabek ini saya ada koorlapnya, dan mereka yang bawain penonton bayaran kalau dibutuhkan di sini berapa, di situ berapa. Saya tinggal hubungi mereka.” ujar Mukhlis, salah satu koordinator agensi PB kategori umum yang bisa meraup keuntungan hingga 50 juta per bulan.

Selain kategori umum, ada lagi yang namanya kategori mahasiswa.

Penonton bayaran dari kategori ini, sama kayak Dea, biasanya mencari kesempatan nonton buat menambang rupiah demi terlaksananya kegiatan di kampus.

Rika, salah seorang koordinator penonton bayaran dari kategori mahasiswa ini ngaku malah bisa mengantongi maksimal 17 juta rupiah satu bulan.

“Dulu ada acara di kampus, aku jadi koordinator danusnya dan cari-cari link buat jadi penonton bayaran. Lama-lama ada yang mau minta tolong buat nonton juga. Tadinya nggak nyari keuntungan, eh tapi makin lama makin banyak yang minta. Akhirnya coba potong aja fee dari fee mereka. Dan keterusan deh sampai sekarang.” pungkas cewek yang udah punya koneksi PB dari puluhan kampus ini. Gokil!

Perputaran Uang “PB”

Dari menelusuri langsung ke berbagai pihak yang terlibat dalam bisnis Penonton Bayaran ini, kami pun mendapatkan gambaran mengenai perputaran uangnya.

Awalnya, beberapa program TV yang membutuhkan PB, kayak acara musik, talkshow, komedi/lawakan, award ceremony, program rohani, dan beberapa special event, melalui talent coordinator di setiap program TV-nya bakal mencari agensi yang punya banyak koneksi PB.

Talent coordinator program TV tersebut bakal menyampaikan kebutuhan PB ke agensi, dari beberapa aspek: jumlah (30-300 orang); kategori (umum, mahasiswa, atau umum+mahasiswa); usia (tergantung segmentasi acara); penampilan (formal, semiformal, atau casual).

https://2.bp.blogspot.com/-Bc6bmvnCMUc/WC8DdmWAUkI/AAAAAAAABJ0/nYrn2fIfQQM1--FYCsohxkaIslDlTaOvgCLcB/s1600/fenomena+penonton+bayaran+20RSZ.jpg
Foto by: Rizky Abdu Rahman

Nah, agensi PB ini awalnya mengumpulkan PB dengan cara mencari atau dicari oleh calon PB.

Kemudian, agensi ini bakal mencari TV yang membutuhkan PB atau dicari oleh talent coordinator dari program TV tadi.

Kalo udah gini, agensi tinggal ngajak-ngajakkin PB yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan oleh program TV.

Perputaran uangnya, bakal terjadi kalo udah ada kesepakatan antara pihak agensi/penyedia PB dan talent coordinator dari program TV tersebut.

Bayaran para PB biasanya berkisar antara 25,000-100,000 rupiah/orang/program TV (tergantung skala dan segmentasi acara).

Lalu, agensi bakal memotong 5,000-15,000 rupiah dari bayaran setiap PB.

Para PB tadi yaa, minimal bakal mendapatkan bayaran 20,000 di setiap program TV.

Karena minimal, ya jadi masih bisa lebih.

Disclaimer: Info ini merupakan gambaran secara umum, belum tentu semua pengguna jasa penonton bayaran alias PB menggunakan sistem kayak gini. (*)

Berita ini telah diterbitkan oleh Hai-Online dengan judul "Di Balik Layar Fenomena Penonton Bayaran Acara Televisi"

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Hai
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help