RSUD Penajam

Pasien Terpaksa Dirawat di Lorong RSUD Penajam

sempat di tolak karena ruang rawat inap penuh, namun karena tidak bisa menahan rasa sakit, ia terpaksa dua hari dirawat di lorong

Pasien Terpaksa Dirawat di Lorong RSUD Penajam
Tribun Kaltim/Samir
pasien dirawat di lorong 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM -Sejumlah pasien di RSUD Ratu Aji Putri Botung Penajam Paser Utara (PPU) terpaksa harus dirawat di lorong di ruang Tulib.

Hal ini terjadi karena jumlah tempat tidur perawatan hanya 36 unit sementara jumlah pasien mencapai 47 sehingga ada 11 pasien yang sempat dirawat di lorong.

Pantauan Tribunkaltim.co, Jumat (12/1/2018) tiga pasien masih menjalani perawatan di lorong ruang Tulip, padahal sebelumnya ada 11 pasien yang sempat dirawat.

Salah seorang pasien Sunardi, sempat di tolak karena ruang rawat inap penuh, namun karena tidak bisa menahan rasa sakit, ia terpaksa dua hari dirawat di lorong,.

"Tapi saat itu saya ditolak dengan alasan kamar penuh. Kemudian saya pulang namun karena tidak tahan akhirnya saya telah dirawat meski dilorong," katanya.

Meski dirawat di rumah sakit namun tidak mempermasalahkan sepanjang mendapat perawatan.

Hal senada juga diutarakan Rajab, pasien asal Waru.ia mengatakan juga sudah dua hari dirawat dan langsung dirawat di lorong rumah sakit. Namun demikian ia tidak keberatan karena selama ini mendapatkan perawatan maksimal dan tidak terganggu meski di lorong ruang Tulip. "Tidak masalah pak yang penting perawatan tetap maksimal," katanya.

Direktur RSUD Ratu Aji Putri Botung PPU, Jansje Grace Makisurat mengatakan, membludaknya pasien di ruang Tulib disebabkan beberapa hal, selain karena jumlah ruang perawatan yang hanya menampung 37 pasien juga karena adanya permasalahan dengan dokter spesialis terkait pembayaran jasa pelayanan yang belum diberikan.

Ia mengatakan selama ini sudah beberapa kali mengajukan penambahan ruang inap namun sampai sekarang belum disetujui.
"Sudah beberapa kali kami ajukan tapi sampai sekarang belum juga disertujui untuk ditambah. Kami juga tidak tahu fenomena apa kok pasien bisa menumpuk seperti itu," katanya.

Grace mengaku membludaknya pasien ini juga karena pasien yang seharusnya sudah bisa dipulangkan belum dilakukan karena belum ada rekomendasi medis dari dokter spesialis.

Padahal biasanya sepanjang pasien ingin dipulangkan maka dokter akan memberikan rekomendasi medis agar dipulangkan.
"Kami tahu dokter spesialis ini yang membiarkan pasien tidak dipulangkan padahal kan pasien sudah ada yang bisa dipulangkan. Tapi tidak masalah

karena pasien juga tidak keberatan dirawat di lorong karena tetap mendapat pelayanan maksimal," katanya. (mir)

Penulis: tribunkaltim
Editor: Martinus Wikan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help