Perusahaan Leasing Diminta tak Tarik Kendaraan Nasabah Nunggak di Tengah Jalan

perusahaan pembiayaan harus tetap mengutamakan penyelesaian dengan cara elegan, berlandaskan musyawarah dan mufakat

Perusahaan Leasing Diminta tak Tarik Kendaraan Nasabah Nunggak di Tengah Jalan
Tribun Kaltim/Doan Pardede
Kepala OJK Kaltim Dwi Ariyanto dalam sebuah acara di Mal Lembuswana, Jalan M Yamin, Sabtu (13/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Perusahaan pembiayaan diminta tidak asal main tarik kendaraan nasabah, yang kreditnya kebetulan bermasalah atau menunggak.

Apalagi sampai menarik kendaraan ketika sedang digunakan di tengah jalan, seperti yang pernah terjadi di sebuah daerah di Pulau Jawa.

Baca: Kantornya Didemo FPI, Facebook Kekeuh Hapus Konten yang Serukan Ajaran Kebencian

"Bukan di sini, ada di Jawa. Pernah ada kejadian, yaitu eksekusi agunan berupa kendaraan bermotor tapi di tengah jalan. Masyarakat lagi enak-enak menunggu lampu merah, langsung kuncinya diambil, kendaraannya diambil," kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim Dwi Ariyanto dalam sebuah acara di Mal Lembuswana, Sabtu (13/1/2018).

Kendatipun ada masalah, kata Dwi, perusahaan pembiayaan harus tetap mengutamakan penyelesaian dengan cara elegan, berlandaskan musyawarah dan mufakat.

Baca: Pingsan saat Mantan Menyanyi di Pesta Pernikahan, Ternyata Nokis Pernah Ditolak Ketika Melamar Novi

"Saya mengharapkan agar perusahaan-perusahaan dapat menyelesaikan dengan baik. Semua bisa dibicarakan," ujarnya.

Bahkan tidak menutup kemungkinan eksekusi dengan cara kasar tersebut berbuntut panjang, bahkan sampai ke jalur hukum. Ujung-ujungnya, perusahaan pembiayaan sendiri yang akan rugi. Selain harus menjalani proses hukum, bukan tidak mungkin reputasi perusahaan akan rusak di mata masyarakat.

"Awalnya perdata jadi pidana," ujarnya.

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help