TribunKaltim/

RSUD Penajam

Rp 6 Miliar Akan Dibagikan ke Pegawai RSUD Penajam

Bukan hanya diberikan kepada dokter spesialis namun juga diberikan mulai tenaga medis sampai direksi dan manajerial rumah sakit.

Rp 6 Miliar Akan Dibagikan ke Pegawai RSUD Penajam
TRIBUN KALTIM/SAMIR
Bupati Yusran Aspar meninjau fasilitas cuci darah di RSUD PPU 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Direktur RSUD Ratu Aji Putri Botung, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Jansje Grace Makisurat, Jumat (12/1) mengatakan, setelah menyiapkan dana Rp 6 miliar lebih untuk dibagikan kepada seluruh pegawai di rumah sakit ini sebagai jasa pelayanan.

Bukan hanya diberikan kepada dokter spesialis namun juga diberikan mulai tenaga medis sampai direksi dan manajerial rumah sakit.

Grace mengaku sudah dilakukan pertemuan dengan dokter spesialis yang difasilitasi dewan pengawas, dan pada saat itu mereka sudah memberikan sinyal akan menerima jasa pelayanan sesuai dengan pembagian yang telah ditetapkan.

Ia menjelaskan, pembagian merupakan hasil selama Maret sampai akhir 2017, dengan perhitungan, 60 persen untuk bahan habis pakai termasuk obat-obatan dan makanan pasien, kemudian sisanya akan dibagi lagi 60 persen untuk jasa sarana dan 40 persen dibagikan untuk jasa pelayanan.

Untuk jasa pelayanan kata Grace, akan dibagikan Rp 6 miliar lebih untuk sekitar 500 pegawai termasuk dokter spesialis. Namun besaran masing-masing pegawai akan berbeda-beda dan sudah memiliki aplikasi yang bisa menentukan besaran yang mereka terima.

"Tinggal dimasukkan di aplikasi maka sudah bisa diketahui besaran yang diterima setiap pegawai," katanya.

Rencananya akan mengundangan dokter spesialis untuk membahas mengenai pembagian jasa pelayanan yang telah ditetapkan. Kemudian hasilnya nanti akan dituangkan dalam SK Direktur RSUD sesuai dengan keputusan bupati yang menyerahkan kepada direktur untuk mengatur pembagian tersebut.

Meski nanti para dokter spesialis tidak setuju dengan pembagian itu lanjutnya, pihaknya akan tetap membagikan dan langsung dikirim ke rekening masing-masing.

"Terserah nanti terima atau tidak kami akan proses, karena kasihan nanti pegawai lain. Kalau memang mereka tidak mau terima, silahkan saja dikembalikan karena uang tersebut akan dikirim ke rekening masing-masing," ucapnya.(mir)

Penulis: tribunkaltim
Editor: Martinus Wikan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help