Home »

News

» Sains

Sempat Dikira Tanda Dari Alien, Astronom Akhirnya Ungkap Asal Sinyal Radio Misterius di Luar Angkasa

Sinyal radio yang disebut Fast Radio Burst (FRB), pertama kali terdeteksi pada 2007. Sinyal ini berlangsung sekian milidetik.

Sempat Dikira Tanda Dari Alien, Astronom Akhirnya Ungkap Asal Sinyal Radio Misterius di Luar Angkasa
apdf magazine
Ilustrasi sinyal radio dari antariksa 

Saat gelombang radio melewati medan magnet, mereka dipelintir dengan cara yang dikenal sebagai rotasi Faraday. Semakin kuat medan magnetnya, semakin besar twist (pelintiran)-nya.
Tingkat twist untuk pendeteksian FRB terbaru adalah yang terbesar yang pernah diukur dalam sumber radio.

"FRB 121102 sudah unik karena berulang, sekarang, rotasi Faraday yang sangat besar yang telah kami amati menyatukan itu. Kami penasaran dengan apakah kedua aspek unik ini terkait," kata Daniele Michilli, seorang Ph.D. kandidat di University of Amsterdam dan ASTRON, Institut Radio Astronomi Belanda dikutip dari CNN, Rabu (10/01/2018).

"Satu-satunya sumber di Bima Sakti yang diketahui memutar sebanyak FRB 121102 berada di pusat Galaksi, yang merupakan wilayah dinamis di dekat lubang hitam besar. Mungkin FRB 121102 berada dalam lingkungan yang serupa di galaksi induknya," sambung Michili dikutip dari IFL Science, Rabu (10/01/2018).

"Namun, putaran sinyal radio juga bisa dijelaskan jika sumbernya terletak pada nebula kuat atau supernova yang tersisa," katanya lagi.

Pemahaman baru tentang sumber sinyal radio asing ini berasal dari penggabungan pengamatan di Observatorium Arecibo, Puerto Rico dan pengamatan yang lebih tinggi dari proyek Breakthrough Listen di Green Bank Telescope.

"Sifat polarisasi dan bentuk sinyal radio ini mirip dengan emisi radio dari bintang neutron muda yang energik di galaksi kita, kata Andrew Seymour, co-author penelitian ini.

"Ini memberikan dukungan kepada pemahaman tentang sinyal radio yang dihasilkan oleh bintang neutron," sambung Seymour yang bekerja untuk Observatorium Arecibo.

Tim tersebut menyebut akan terus memantau FRB 121102 dengan harapan bisa menentukan skenario mana yang lebih mungkin, apakah sinyal itu dihasilkan oleh lubang hitam atau nebula yang kuat.

[Resa Eka Ayu Sartika, Kompas.com]

Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Motor Plus
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help