Dibanding Pakai Pelatih Asing, Ini yang Lebih Dibutuhkan Atlet Gulat Agar Maksimal di PON 2020
Keputusan itu didasari atas perbedaan program latihan antara pelatih asing dan atlet lokal Bumi Etam.
Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto |
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Cornel Dimas
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pengprov Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kaltim telah memastikan tak akan menggunakan jasa pelatih asing untuk mempersiapkan tim di PON 2020.
Keputusan itu didasari atas perbedaan program latihan antara pelatih asing dan atlet lokal Bumi Etam.
Pelatih senior gulat Kaltim, Buyamin, menilai daripada menggunakan jasa pelatih asing, sebaiknya atlet Kaltim butuh try out ke luar negeri, sembari menjajal lawan-lawan tangguh di negeri orang.
Menurut Buyamin salah satu negara yang realistis untuk dikunjungi yaitu Vietnam. Pasalnya Vietnam saat ini merupakan slah satu kekuatan gulat di level Asia.
Baca juga:
Emak-emak Zaman Now Mayoritas Pengedar Narkoba di Kota ini
Perkuat Barcelona, Deretan Bonus Sudah Menanti Philippe Coutinho, Ini Syaratnya
Dinonaktifkan dari Jabatan Bupati, Sri Wahyuni Manalip: Ini Black Campaign!
Duuh. . . Warga Bilang Cakep Saat Sandiaga Berpantun Usai Beri Sambutan
Tertelan Gigi Palsu yang lepas Saat Makan Kapurung, Anggota TNI Ini Akhirnya Tutup Usia
Diberi Celana Panjang oleh Ibu-ibu, Ini Jawaban Sandiaga Uno
"Yang mereka perlukan itu try out keluar, tidak usah jauh-jauh, ke Vietnam aja cukup. Karena lawan sparing disana sangat bagus. Untuk teknik atlet-atlet Kaltim ini sudah bagus dan mapan, sehingga mereka hanya perlu melakukan try out saja. Kalau pelatih asing pastinya akan berubah lagi permainannya bisa dibilang mulai dari nol lagi," ucap Buyamin di Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (14/1/2018). .
Selain itu, Bunyamin juga menegaskan tim Gulat Kaltim harus mulai mempersiapakan dari dari sekarang guna tampil maksimal di PON 2020.
Sebab, gulat sebagai lumbung medali Kaltim bakalan sulit mendulang medali di PON Papua dan kans Kaltim mempertahankan 5 besar bisa semakin kecil.
"Mulai dari sekarang Kaltim harus sudah mulai berbenah. Kalau tidak, ya berat untuk mempertahankan 5 besar. Karena daerah lain seperti Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Jawa Barat, dan DKI Jakarta sudah mulai melakukan TC. Bahkan ada yang mulai sejak 2017 seperti Jawa Timur. Kalau tidak, ya kita akan tertinggal," tutur pria berambut putih ini. (*)