Kamis, 16 April 2026

Pegawai

TK2D di Kutim Mencapai 9.000 orang

Formasi CPNS yang paling dibutuhkan di Kutim adalah tenaga fungsional, seperti guru dan tenaga kesehatan, sama dengan nawa cita

Penulis: tribunkaltim | Editor: Martinus Wikan
TRIBUN KALTIM/MARGARET SARITA
Para PNS non eselon dan TK2D di lingkungan Setkab Kutim menerima THR dari Wakil Bupati Kasmidi Bulang. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Seperti diketahui, perekrutan CPNS kali ini diutamakan untuk menggantikan para pegawai yang pensiun, hingga kebutuhan mengisi formasi tenaga teknis.

Kepala Bidang Mutasi BKPP Kutim Misliansyah menambahkan, berdasarkan surat terbaru yang diterima dari BKN atau pemerintah pusat, sistem perekrutan CPNS tak banyak berubah. Seluruh peserta masih diwajibkan untuk mengikuti tes, tidak terkecuali untuk pegawai tenaga kerja kontrak daerah (TK2D) Pemkab Kutim.

"Dalam tes, tidak ada jalur khusus untuk honorer (pengangkatan langsung). Belum ada informasi dan masih menunggu kebijakan pusat kalau memang ada K2, K3, dan sejenisnya," ujar Misliansyah.

Formasi CPNS yang paling dibutuhkan di Kutim adalah tenaga fungsional, seperti guru dan tenaga kesehatan, sama dengan nawa cita yang dicanangkan presiden Joko Widodo.

"Dilihat dari analisis beban kerja di Kutim. Formasi masih banyak dibutuhkan tenaga fungsional," katanya.

Sementara diketahui, jumlah TK2D di Kutim telah mencapai 9.000 orang. Jumlah tersebut direncanakan dikurangi sekitar 2.000 orang, dengan memangkas pekerja yang jarang masuk ke kantor ditinjau dari absensi.(sar)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved