Pegawai
TK2D di Kutim Mencapai 9.000 orang
Formasi CPNS yang paling dibutuhkan di Kutim adalah tenaga fungsional, seperti guru dan tenaga kesehatan, sama dengan nawa cita
Penulis: tribunkaltim | Editor: Martinus Wikan
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Seperti diketahui, perekrutan CPNS kali ini diutamakan untuk menggantikan para pegawai yang pensiun, hingga kebutuhan mengisi formasi tenaga teknis.
Kepala Bidang Mutasi BKPP Kutim Misliansyah menambahkan, berdasarkan surat terbaru yang diterima dari BKN atau pemerintah pusat, sistem perekrutan CPNS tak banyak berubah. Seluruh peserta masih diwajibkan untuk mengikuti tes, tidak terkecuali untuk pegawai tenaga kerja kontrak daerah (TK2D) Pemkab Kutim.
"Dalam tes, tidak ada jalur khusus untuk honorer (pengangkatan langsung). Belum ada informasi dan masih menunggu kebijakan pusat kalau memang ada K2, K3, dan sejenisnya," ujar Misliansyah.
Formasi CPNS yang paling dibutuhkan di Kutim adalah tenaga fungsional, seperti guru dan tenaga kesehatan, sama dengan nawa cita yang dicanangkan presiden Joko Widodo.
"Dilihat dari analisis beban kerja di Kutim. Formasi masih banyak dibutuhkan tenaga fungsional," katanya.
Sementara diketahui, jumlah TK2D di Kutim telah mencapai 9.000 orang. Jumlah tersebut direncanakan dikurangi sekitar 2.000 orang, dengan memangkas pekerja yang jarang masuk ke kantor ditinjau dari absensi.(sar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pns-kutim-terima-thr_20170621_155435.jpg)