BI Luluskan 359 Wirausahawan dari Mini University, Latar Belakang Lulusan Mengejutkan

Sekitar 500 orang mendaftar di setiap batch, untuk memerebutkan 80 kursi peserta Mini University.

BI Luluskan 359 Wirausahawan dari Mini University, Latar Belakang Lulusan Mengejutkan
TRIBUN KALTIM / RAFAN DWINANTO
Para lulusan wirausahawan lulusan Mini University BI berpose usai wisuda 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim meluluskan 359 wirausahawan baru di Kaltim.

Ratusan wirausahawan ini merupakan hasil binaan Mini University yang digelar BI sejak 2016 silam.

Layaknya universitas, para wirausahawan ini menjalani prosesi wisuda di Kantor BI Kaltim, Selasa (16/1/2018).

Kepala Kantor Perwakilan BI Kaltim, Muhammad Nur, mengatakan wirausahawan yang diwisuda tersebut berasal dari berbagai kalangan.

“Mini University ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pak Gubernur (Awang Faroek Ishak) untuk mengatasi penyediaan lapangan kerja baru, terkait adanya PHK (pemutusan hubungan kerja) di bidang pertambangan,” kata Nur.

Adapun peserta Mini University berasal dari korban PHK di bidang pertambangan, ibu rumah tangga, pengangguran, penyandang disabilitas, pengidap kanker, perajin, mahasiswa, peternak, petani, pengusaha baru, hingga wirausahawan yang usahanya masih mentok.

“Secara demografi, 78 persen peserta berasal dari Samarinda dan 18,7 persen dari Kutai Kartanegara.. Sisanya menyebar dari berbagau Kabupaten/Kota di Kaltim,” ujar Nur.

Animo masyarakat untuk menambah wawasan wirausaha diakui Nur cukup tinggi. Seleksi wawancara dilakukan kepada tiap calon peserta.

Sekitar 500 orang mendaftar di setiap batch, untuk memerebutkan 80 kursi peserta Mini University.

“Perkuliahannya tiap Sabtu dari 08.00-14.00, selama dua bulan. Pelaksanaannya dibagi ke dalam dua kelas yakni BI Preneurs Begginer Class dan BI Preneurs Intermediate Class. Tiap kelas diikuti 40 peserta,” ungkap Nur.

Sementara, materi yang diberikan seputar perencanaan bisnis, pengelolaan keuangan, brand actyvation, pengembangan manajemen, pemasaran online dan lainnya.

“Mulai pertemuan kelas, pekerjaan rumah, studi kasus, dan success story. Semua disampaikan narasumber berkompeten mulai praktisi bisnis, dosen, perbankan dan dinas terkait. Sementara kurikulum disusun bersama melibatkan SKPD, perbankan, dan komunitas pengusaha,” katanya lagi.

Mini University didesain sebagai wadah belajar bisnis, plus pendampingan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan. Metodenya di kelas, dan di lokasi usaha.

“Sebulan memersiapkan usaha, sebulan berikutnya menjalankan bisnis tersebut. Selain di kelas, kuliah juga dijalankan secara online via whatsapp untuk membahas trik-trik marketing,” kata Nur. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help