Atap Sekolah Rusak dan Plafon Jebol, Siswa SMPN 5 Marang Kayu Pindah ke Ruang Lab
Kondisi ruang belajar SMPN 5 Desa Semangkok, Marangkayu, Kukar sangat memprihatinkan. Atapnya sudah rusak dan plafon pun jebol.
Penulis: Rahmad Taufik | Editor: Sumarsono
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Kondisi ruang belajar SMPN 5 Desa Semangkok, Marangkayu, Kukar sangat memprihatinkan. Atapnya sudah rusak dan plafon pun jebol. Saat hujan turun, ruang kelas tergenang air.
"Ya kalau hujan turun, siswa kelas VIIIA dan VIIIB terpaksa harus pindah ke ruang laboratorium IPA. Karena kelas mereka pasti bocor. Sebetulnya 4 ruang kelas yang ada semuanya bocor, cuma paling parah 2 kelas," kata Samsul Arifin, Kepala SMPN 5 Marangkayu, Rabu (17/1).
Gedung yang rusak ini justru bangunan bantuan dari Pemkab Kukar yang terbuat dari beton. Sedangkan bangunan awalnya terbuat dari kayu meliputi 4 ruang, terdiri 2 ruang kelas, ruang guru dan OSIS.
Baca: Sumiati Lahirkan Bayi Kembar Siam, Kasus Pertama di RSUD Panglima Sebaya Grogot
"Kami belum punya ruang guru, Kepsek, TU dan perpustakaan. Ruang guru dan Kepsek menempati ruang kelas yang ada, sedangkan ruang perpustakaan merangkap ruang OSIS," tuturnya.
Selain itu, sekolah ini hanya memiliki 2 unit WC. Paling tidak untuk memenuhi standar, kata Samsul, SMPN 5 Marangkayu perlu 4 unit WC lagi serta 4 ruang kelas. Jumlah siswa SMPN 5 sebanyak 120 orang terbagi dalam 6 rombongan belajar.
Sekolah yang dibangun pada 2005 ini pernah dilakukan rehabilitasi pada 2013 untuk bangunan kayu. Sedangkan bangunan konstruksi beton yang atapnya rusak dan plafonnya jebol belum pernah diperbaiki sejak awal.
"Kami sudah mengajukan bantuan, tapi bantuan dari dana pusat belum terealisasi. Mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi," ujar Samsul.
Baca: Kayuh Sepeda 2.000 Km, Tri Lara Keliling Pulau Kalimantan, Ini Misi yang Dibawa
Ia mengatakan, siswa SMPN 5 ini memiliki sejumlah prestasi bidang olahraga dan seni musik, seperti angklung dan rebana. "Meskipun sekolah kami tinggal di pinggiran, tapi anak-anak kami yang diibaratkan berlian harus tetap dijaga," ucapnya.
Gedung SMPN 5 Marangkayu yang rusak ini sempat dikunjungi Plt Bupati Kukar Edi Damansyah. Lalu, Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar Tulus Sutopo menindaklanjutinya.
"Kami sudah meninjau langsung gedung SMPN 5 Marangkayu dan banyak kerusakannya sehingga perlu dilakukan perbaikan," kata Tulus.
Baca: Sabu 1 Kg Dalam Jeriken Bekas Oli Disembunyikan di Lahan Kosong Depan Hotel Tarakan Plaza
Dikemukakan, Pemkab dalam hal ini Disdik akan membantu SMPN 5 Marangkayu menyusun Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
"Dapodik ini akan mempengaruhi diterima atau tidak proposal (pengajuan bantuan) kita ke pusat. Dapodik harus sesuai kondisi di lapangan. Sedangkan Dapodik SMPN 5 Marangkayu belum sesuai kondisi di lapangan sehingga ini yang perlu dilengkapi ," tuturnya.
Dapodik akan divalidasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). "Setelah Dapodik ini dinyatakan valid, kami tinggal menunggu dari kementerian kapan bantuan dikucurkan, karena kalau menunggu dari APBD Kukar itu lama," katanya. (*)