difteri

RSUD Abdul Rivai Berau Siapkan Empat Ruangan Isolasi Difteri

Setiap ruangan, kata Erva, bisa menampung empat pasien, sehingga RSUD telah menyiapkan ruangan untuk 16 pasien penderita

RSUD Abdul Rivai Berau Siapkan Empat Ruangan Isolasi Difteri
TRIBUN KALTIM / GEAFRY NECOLSEN
RSUD Abdul Rivai telah menyediakan ruang khusus bagi pasien yang diduga atau terserang difteri. Sayangnya, rumah sakit plat merah ini tidak memiliki laboratorium yang lengkap untuk memastikan diagnosa penyakit berbahaya ini. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Pihak RSUD Abdul Rivai, Kabupaten Berau, saat ini telah menyiapkan empat ruang isolasi untuk mengantisipasi masuknya pasien difteri.

Dijelaskan Humas RSUD Abdul Rivai, Erva Anggriana, empat ruangan yang disiapkan terbagi menjadi dua ketegori pasien. Satu ruangan untuk pasien anak dan pasien dewasa.

“Untuk pasien dewasa kami tempatkan di ruangan di Dahlia dan Bougenville, sedangkan untuk pasien anak-anak kedua ruangannya kami siapkan di ruang Anggrek,” jelasnya.

Setiap ruangan, kata Erva, bisa menampung empat pasien, sehingga RSUD telah menyiapkan ruangan untuk 16 pasien penderita difteri.
Erva mengatakan, ruang isolasi memiliki kriteria khusus, terutama menyangkut jarak rawat inap antar pasien.

“Kami juga mesti memperhatikan jarak aman antar pasien, yakni 1,8 meter, dan pasien difteri juga tidak boleh digabung dengan pasien lainnya,” paparnya.

Selain ruangan isolasi, RSUD Abdul Rivai juga menyiapkan personel Pencegahan Penyakit Infeksi (PPI), serta Alat Pelindung Diri (APD).

Sebelumnya Kepala Bidang Layanan Medis RSUD Abdul Rivai, dr Jaka membantah adanya dua warga di Kabupaten Berau terserang difteri, saat ini sedang dirawat di rumah sakit.

“Tidak benar itu, bukan ada dua orang, tapi hanya satu orang, itu pun masih suspect atau diduga terkena difteri,” ujarnya saat dihubungi Tribunkaltim.co, Senin (22/1) pukul 16.20 Wita.

Jaka mengatakan, warga yang tengah dirawat di ruang isolasi tersebut merupakan warga Kecmatan Bidukbiduk.

“Pasien suspect difteri ini sedang kami rawat di ruang isolasi, sesuai prosedurnya,” kata Jaka tanpa menyebut identitas pasien.

Pihaknya telah mengambil sampel dari pasien, untuk memastikan diagnosa difteri atau bukan.

“Sampelnya sudah dikirim ke Surabaya, kami tidak memiliki laboratorium untuk itu, sehingga harus dikirim ke Surabaya,” ungkapnya.
Jaka mengimbau, agar masyarakat tidak terlalu panik, pasalnya, pasien saat ini sudah berada di ruang isolasi. Untuk memastikan, jika dugaan itu benar, maka virus difteri tidak merebak.“Ini kan baru dugaan,” tandasnya. (gef)

Penulis: tribunkaltim
Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help