Antam Minta Tambahan Kuota Ekspor Jadi 3,9 Juta Ton

Sekarang, mobil listrik juga mulai menjadi tren. Sehingga, permintaan nikel sebagai salah satu bahan baku baterai akan meningkat.

Antam Minta Tambahan Kuota Ekspor Jadi 3,9 Juta Ton
Ilustrasi emas atau logam mulia produksi PT Antam 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tak mau ketinggalan momentum membaiknya harga komoditas mineral. Emiten plat merah tersebut tengah mengajukan permintaan kenaikan ekspor bijih nikel dan bauksit.

Saat ini, ANTM mengantongi kuota ekspor sebesar 2,7 juta ton. Perusahaan ini berniat meminta tambahan kuota ekspor sebanyak 1,2 juta ton. Sehingga ANTM bakal memiliki total kuota ekspor sekitar 3,9 juta ton.

Dimas Wikan, Direktur Keungan ANTM, mengatakan, permintaan kenaikan kuota tersebut masih dalam proses pengajuan ke pemerintah. "Diharapkan pada kuartal I tahun ini sudah bisa diumumkan," ujar dia kepada KONTAN, Jumat (26/1).

Dimas belum bersedia merinci tambahan pendapatan yang bakal diperoleh ANTM jika pengajuan itu disetujui pemerintah. Namun, dia memastikan, kinerja ANTM bakal terdongkrak lantaran harga nikel juga masih meningkat.

Bukan tanpa alasan ANTM berharap besar dari persetujuan kuota ekspor tersebut. Indonesia dan Filipina yang merupakan dua produsen nikel terbesar dunia sedang mengalami cuaca buruk. Operasional pertambangan pun terganggu.

Sekarang, mobil listrik juga mulai menjadi tren. Sehingga, permintaan nikel sebagai salah satu bahan baku baterai akan meningkat. "Jadi, kami perkirakan defisit nikel di pasar global akan melebar," tulis Sharlita Malik, analis Samuel Sekuritas, dalam riset 19 Januari lalu.

Hingga November 2017, defisit nikel global mencapai 63,6 juta ton. Defisit ini akan mendorong peningkatan harga komoditas nikel. Sharlita memprediksi, harga nikel tahun ini akan meningkat 14% secara tahunan menjadi sebesar US$ 12.000 per ton.

Sharlita juga menilai positif soal inisiatif ANTM untuk meminta tambahan kuota ekspor. Ini karena tak banyak lagi perusahaan yang mengajukan permohonan rekomendasi ekspor nikel dan bauksit. "Sehingga, peluang penambahan kuota ekspor bisa segera tercapai di tahun ini," kata dia.

Berdasarkan sentimen itu, Sharlita merekomendasikan buy saham ANTM dengan target harga Rp 1.050. Pada perdagangan kemarin, saham ANTM ditutup naik 1,18% ke level Rp 855 per saham. (*)

Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help