Lagi, Dua Warga Malinau Tenggelam di Sungai Berarus Deras

Arus sungai Malinau yang begitu deras, lanjut Elisa, membuat perahu karet milik TNI dan Polri tidak dapat digunakan untuk mencari korban

Lagi, Dua Warga Malinau Tenggelam di Sungai Berarus Deras
TRIBUN KALTIM/CHRISTOPER DESMAWANGGA
Ilustrasi: Pencarian korban tenggelam di sungai 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Belum menemukan satu korban perahu karam di Desa Tanjung Lapang, Kecamatan Malinau Barat, Jumat sore lalu, masyarakat Malinau kembali dikejutkan dengan hilangnya dua warga di dua sungai berbeda. Sampai saat ini, dua korban tenggelam itu masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Dua korban tersebut, yakni seorang teknisi tower di Desa Pujungan asal Jawa bernama Sujud (35). Perahu yang ditumpangi Sujud dengan tiga penumpang lainnya karam di sungai sekitar Desa Long Uli, Kecamatan Pujungan, Minggu (28/1), pukul 17.00. Motoris, juru batu dan rekan korban selamat dari kejadian tersebut

"Kemudian, satu korban lainnya bernama Muslimin (37), seorang anak buah perahu pengangkut pasir asal Manado, terjatuh dari kapal pengangkut pasir, Senin (29/1), pukul 11.00. Kejadiannya di Sungai Malinau di sekitar RT 18, Desa Malinau Kota. Jadi, dalam dua hari ini ada dua korban tenggelam lagi yang masih dalam pencarian," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Malinau, Elisa, kepada Tribun, kemarin.

Sesuai laporan, masyarakat Kecamatan Pujungan beserta personel dari TNI dan Polri melakukan pencarian sejak korban dinyatakan hilang. Tim SAR dari Basarnas dan BPBD Malinau tidak bisa turut serta mencari korban di sana, karena lokasi salah satu kecamatan perbatasan ini cukup jauh dari pusat pemerintahan.

"Kalau di Pujungan ini, kita mengharapkan peran serta masyarakat setempat untuk membantu aparat kepolisian dan TNI untuk mencari korban. Sebab, kita tidak bisa menjangkau sampai ke sana. Menurut laporan, perahu yang ditumpangi Sujud ini mengalami mati mesin di sekitar Jeram Telasau. Kemudian, air sungai masuk dan mengakibatkan perahu karam," papar Elisa.

Sedangkan korban tenggelam lainnya, ungkap Elisa, saat itu Muslimin duduk di tepi perahu pengangkut pasir. Kemudian, tidak diketahui persis kejadiannya, korban terjatuh dari perahu. Sempat, perahu tersebut memutari lokasi terjatuhnya korban sampai 5 kali untuk mencari korban. Namun, pencarian tersebut tidak menemukan hasil.

"Setelah itu, pihak perahu melaporkan adanya korban terjatuh dari perahu. Setelah itu, kita turun dan melakukan pencarian di sekitar lokasi terjatuhnya korban. Namun, sampai sore hari kita cari, korban belum juga dapat kita temukan. Direncanakan, pencarian korban kita lanjutkan esok hari (hari ini)," tandasnya.

Sesuai pantauan Tribun di lapangan, kondisi arus Sungai Malinau sangat deras. Hal ini, diungkapkan Elisa, karena hujan deras di hulu Sungai Malinau dan mengakibatkan arus sungai deras. Beberapa titik rawan banjir Malinau kembali digenangi air. (*)

Minta Bantuan BPBD KTT
KURANGNYA sumber daya alat dalam melakukan pencarian korban, membuat BPBD Malinau harus meminta bantuan kepada kabupaten tetangga. Alhasil, BPBD Malinau mendapatkan bantuan sumber daya alat dan tenaga dari BPBD Kabupaten Tana Tidung (KTT).

"Awalnya, kita hanya meminta bantuan untuk pencarian korban atas nama Norma yang hilang sejak Jumat lalu. Ternyata, kembali kita mendapatkan musibah hilangnya warga Malinau di sungai hari ini (kemarin) maka BPBD KTT juga akan membantu kita mencari korban lainnya. Pagi tadi, BPBD KTT sudah merapat di Malinau dan siap melakukan pencarian," bebernya.

Arus sungai Malinau yang begitu deras, lanjut Elisa, membuat perahu karet milik TNI dan Polri tidak dapat digunakan untuk mencari korban. Sehingga, satu buah kapal karet milik BPBD Malinau sajalah yang dapat digunakan untuk melakukan pencarian, didampingi oleh perahu-perahu milik warga Malinau. Oleh karenanya, bantuan dari tetangga sangat diperlukan.

"Perahu karet kita hanya satu buah. Harapan besar kita kepada perahu ketinting milik warga. Selain kita mendapatkan bantuan dari KTT, kita juga kedatangan anggota Basarnas dari Tarakan untuk membantu pencarian korban," ujarnya. (*)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved