Paulus Lakai Ditemukan Mengapung di Sungai Malinau Masih Berpakaian Lengkap

sejak perahu dikabarkan karam, tim SAR gabungan terus melakukan pencarian. Perahu ketinting milik warga sekitar dilibatkan

Paulus Lakai Ditemukan Mengapung di Sungai Malinau Masih Berpakaian Lengkap
TRIBUN KALTIM/CHRISTOPER DESMAWANGGA
Ilustrasi: Tim SAR gabungan melakukan evakuasi terhadap korban tenggelam 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Setelah kurang lebih dua hari pencarian oleh tim Search and Rescue (SAR) gabungan, satu korban perahu karam di sekitar Desa Tanjung Lapang, Kecamatan Malinau Barat, pada Jumat (26/1), pukul 18.15 atas nama, Paulus Lakai (53) akhirnya ditemukan dalam keadaan telah meninggal dunia, pada Minggu (28/1), pukul 08.40. Sedangkan satu korban lainnya bernama, Norma (38) masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Sejak perahu dikabarkan karam, tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dengan alat seadanya. Perahu ketinting milik warga sekitar dilibatkan untuk pencarian. Sebab, perahu karet milik Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Malinau, TNI dan Polri sangat terbatas. Saat ditemukan, korban masih menggunakan pakaian lengkap tanpa menggunakan alas kaki.

Berawal dari beberapa perahu ketinting milik warga mencoba menyusuri tepian Sungai Malinau di daerah Teluk Sanggan, Kecamatan Malinau Kota, beberapa orang di atas perahu ketinting melihat sesosok tubuh dengan posisi telungkup mengapung di permukaan air. Setelah didekati, ternyata itu merupakan tubuh korban. Selanjutnya, tim meminta perahu milik Basarnas datang untuk mengangkut jenazah.

Setelah dibawa sampai ke tepian sungai, mobil ambulans milik RSUD Malinau langsung membawa jenazah ke rumah sakit. Sesampainya di RSUD saat jenazah dibaringkan di kamar mayat tidak ditemukan hilangnya bagian tubuh korban. Hanya saja, beberapa bagian tubuh korban terutama di bagian kaki terkelupas. Kulit korban pun sudah pucat.

Kepala BPBD Malinau, Elisa mengungkapkan, pihaknya beserta tim SAR gabungan tengah berkonsentrasi melaksanakan pencarian satu korban lainnya yang belum ditemukan. Elisa menyatakan, ia meminta kepada tim SAR untuk menentukan beberapa titik lokasi agar lebih fokus dalam pencarian.

"Lokasi karamnya perahu dengan lokasi ditemukannya korban cukup jauh. Antara Malinau Kota dan Barat. Seperti kita ketahui, banyak ditemukan pusaran air besar atau biasa orang di sini mengatakan limbu di Sungai Malinau dan Sungai Sesayap ini. Jadi, saya meminta kepada tim untuk mencari di beberapa titik. Hal ini dilakukan agar lebih fokus," papanya.

"Salah satu fokus pencarian, adalah lokasi tempat ditemukannya korban pertama. Sebab, di bantaran sungai itu cukup panjang. Ya saya meminta kepada semua pihak, untuk berdoa agar korban dapat segera ditemukan. Begitu pula dengan masyarakat yang telah membantu kami dalam proses pencarian kami ucapkan terimakasih," lanjutnya. (*)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help