Raih Suara Terbanyak Edy Marwan Pimpin Lembaga Adat Tidung

Ketua Panitia Mubes, Samsul HS mengungkapkan, dalam proses pemilihan ketua adat ada beberapa tahapan yang harus dilalui

Raih Suara Terbanyak Edy Marwan Pimpin Lembaga Adat Tidung
TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO
Tarian Suku Adat Tidung, 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Mengantongi 361 suara, mengantarkan H Edy Marwan sebagai ketua lembaga adat Tidung Malinau, pada Musyawarah Besar (Mubes) ke-4 Lembaga Adat Tidung Kabupaten Malinau tahun 2018, Senin (29/1), di Balai Adat Tidung, Desa Malinau Seberang, Kecamatan Malinau Utara. Terdapat 6 kandidat ketua berkompetisi pada Mubes ini.

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan sejak pagi hari hingga menjelang malam, dapat mengumpulkan peserta mubes mencapai 1800 orang. Hal ini terlihat dari daftar ulang peserta mubes, dan pembagian kertas suara pemilihan ketua yang dibagikan oleh peserta. Namun, dalam perjalanannya kurang lebih 1200 orang mengikuti pemilihan.

Ketua Panitia Mubes, Samsul HS mengungkapkan, dalam proses pemilihan ketua adat ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh para kandidat ketua adat. Pertama, bakal calon ketua adat minimal didukung oleh 15 orang peserta mubes. Setelah terpenuhi, barulan balon naik tingkat menjadi calon.

"Setelah itu, kita berikan kesempatan kepada calon untuk menyampaikan visi dan misi. Kemudian, kita gelar pemilihan dengan cara one man one vote. Jadi, untuk peserta mubes sendiri sebanyak 1800 orang. Itu sesuai dengan pendaftaran sebagai peserta mubes, yang kita buka sampai pukul 12.00," paparnya.

Namun, setelah pembagian kertas suara kepada peserta, hanya sekitar 1200 kertas suara yang terbagikan. Benar, dikatakan Samsul, saat pelaksanaan pemilihan seluruh kertas suara yang terkumpul sejumlah itu. Panitia pun, telah menyiapkan kertas suara apabila jumlah peserta sesuai dengan pendaftaran.

"Intinya, kegiatan ini dapat dijalankan dengan penuh perdamaian. Tidak ada insiden apapun yang membuat agenda mubes terganggu atau tertunda. Kita masyarakat Tidung sangat paham dengan yang namanya persatuan dan kesatuan. Artinya, dari kita tidak mungkin ada pertikaian atau perselisihan dalam proses demokrasi seperti yang kita lakukan ini," tandasnya.

Wakil Bupati Malinau Topan Amrullah yang juga putra asli Tidung menyatakan, masyarakat Tidung Malinau memiliki peran besar dalam melaksanakan dan mengawal pembangunan di Malinau. Oleh karenanya, Wabup mengharapkan, lembaga adat Tidung nantinya berperan aktif dalam pembangunan Malinau.

"Malinau ini merupakan Indonesia mini. Di sini terdapat berbagai macam suku dan agama. Adanya Indonesia mini di Malinau, karena tercipta dan terjalinnya toleransi yang terus tumbuh di antara kehidupan masyarakat. Oleh karenanya, situasi seperti ini harus terus terjaga dengan baik dan semakin ditingkatkan. Peran lembaga adat pun sangat besar dalam menjaga ini semua," paparnya. (*)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help