Darurat Narkoba

Awal Tahun 2 Kg Sabu Ancam Kota Balikpapan, Ini Respon Rahmad Mas'ud

Awal tahun 2018 lebih dari 2 kilogram narkotika jenis sabu mengancam kota Balikpapan.

Awal Tahun 2 Kg Sabu Ancam Kota Balikpapan, Ini Respon Rahmad Mas'ud
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba di kantor BNN Balikpapan, Selasa (30/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Awal tahun 2018 lebih dari 2 kilogram narkotika jenis sabu mengancam kota Balikpapan.

Beruntung jajaran Kepolisian dan BNN Balikpapam sigap, untuk kemudian berhasil menggagalkan peredaran gelap barang haram tersebut.

Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud mengacungkan jempol kepada polisi maupun BNN atas pengungkapan yang mereka lakukan.

Namun dirinya juga tak bisa menyembunyikan keprihatinannya, lantaran masih dijadikannya kota minyak sebagai pasar narkoba para pebisnis kristal bening tersebut.

Baca: Pisah 3 Bulan, Istri Setya Novanto Langsung Tersipu Malu saat Duduk Berdampingan dengan Suaminya

"Informasinya 2 kg itu bisa dipakai 40 ribu orang, bayangkan itu, kalau lolos. Makanya kita prihatin," kata Rahmad Masud di kantor BNNK Balikpapan, Selasa (30/1/2018).

Sudah jadi rahasia umum bila Balikpapan jadi salah satu kota yang ditarget para pebisnis barang haram tersebut di Balikpapan.

Rahmad tak bisa menampik data bahwa Balikpapan jadi kota nomor 2 dengan tingkat pravelensi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba tertinggi di Kaltim.

"Bukan rahasia, data yang menyampaikan Balikpapan urutan kedua di Kaltim. Itu dipengaruhi letak strategis kota. Balikpapan itu pintu masuk Kaltim. Orang dengan mudah melakukan kegiatan baik, termasuk yang jelek. Tergantung manusianya," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help